Penerapan prinsip desain Daniel Libeskind pada fasilitas permainan tradisional Melayu Riau di Pekanbaru
DOI:
https://doi.org/10.30822/arteks.v5i2.389Kata Kunci:
Melayu Riau, Pekanbaru, Permainan tradisional, Prinsip desain Daniel LibeskindAbstrak
Kota Pekanbaru memiliki wahana anak yang beraneka ragam. Wahana tersebut umumnya dapat dijumpai pada mall atau pusat komersial tertutup yang cenderung menyediakan permainan modern. Permainan modern lumrah adanya sebagai bagian dari kemajuan teknologi yang semakin canggih. Beda halnya dengan zaman dahulu, anak-anak lebih menyukai bermain dengan mengambil tempat di tanah lapangan kosong. Kondisi dua hal yang berbeda antara permainan modern dengan permainan tradisional mulai ditandai dengan semakin banyaknya jenis permainan modern dan hilangnya permainan tradisional. Permainan Tradisional yang dimaksud ialah jenis permainan yang berasal dari daerah Melayu Riau. Salah satu jenis permainannya yaitu congklak, statak, gasing dan sebagainya. Maka dari itu, dipihlah judul fasilitas permainan tradisional Melayu Riau yang gunanya agar permainan tradisional ini tetap dapat dilestarikan khususnya anak-anak dapat bermain sambil belajar mengenal nilai-nilai tradisional. Dengan konsep desain gerak dalam bermain Statak, fasilitas ini dirancang dengan fungsi utamanya sebagai tempat bermain. Dengan menggunakan metode primer berupa survei, serta berbagai sumber literatur dan standar fasilitas permainan sebagai metode sekunder. Fasilitas permainan tradisional ini mengedepankan prinsip desain Daniel Libeskind sehingga dapat menciptakan suatu desain modern yang tetap kental dengan nilai tradisionalnya. Meskipun hasil desain fasilitas memiliki banyak sudut geometris namun tetap aman dan tidak mengganggu pergerakan anak-anak dalam bermain.
© 2020 Elza Fitria Ningsih, Yohannes Firzal, Pedia Aldy
Unduhan
Referensi
Andriani, Tuti. 2012. ‘Permainan Tradisinal Dalam Membenruk Karakter Anak Usia Dini’. Jurnal Sosial Budaya 9 (1): 121–36. https://media.neliti.com/media/publications/40427-ID-permainan-tradisional-dalam-membentuk-karakter-anak-usia-dini.pdf.
Angela. 2013. ‘Pengaruh Game Online Terhadap Motivasi Belajar Siswa SDN 015 Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Samarinda Ilir’. EJournal Ilmu Komunikasi 1 (2). https://ejournal.ilkom.fisip-unmul.ac.id/site/?p=853#.
Bitter, Jan. 2011. Daniel Libeskind: Jewish Museum Berlin: Museum Building Guides. Barcelona: Publisher:
Christina, Safira Caroline, and Filipus Priyo Suprobo. 2017. ‘Perancangan Interior Fasilitas Dolanan Edutainment Untuk Anak Usia 4-12 Tahun Di Surabaya’. Intra 5 (2): 871–89. http://publication.petra.ac.id/index.php/desain-interior/article/viewFile/5927/5414.
Dahliani. 2015. ‘Local Wisdom in Built Environment in Globalization Era’. International Journal of Education and Research 3 (6): 157–66. https://www.ijern.com/journal/2015/June-2015/13.pdf.
Fatkhiyah, Lulu. 2015. ‘Terdapat Banyak Manfaat Dari Permainan Tradisional Untuk Perkembangan Anak’. Kompasiana Beyond Blogging. 2015. https://www.kompasiana.com/fatchyblablabla/5548578b547b618a16252543/terdapat-banyak-manfaat-dari-permainan-tradisional-untuk-perkembangan-anak.
Hasanah, Uswatun. 2016. ‘Pengembangan Kemampuan Fisik Motorik Melalui Permainan Tradisional Bagi Anak Usia Dini’. Jurnal Pendidikan Anak 5 (1): 717–33. https://journal.uny.ac.id/index.php/jpa/article/viewFile/12368/8937.
Hermanto, Meliana. 2013. ‘Studi Gaya Desain Interior Museum Karya Daniel Libeskind’. Intra 1 (1). http://publication.petra.ac.id/index.php/desain-interior/article/view/1565.
Hidayah, Nur. 2016. ‘Aspek Edukasi Taman Pintar Yogyakarta’. Jurnal Kebijakan Pendidikan 5 (2): 189–200. http://journal.student.uny.ac.id/ojs/index.php/sakp/article/viewFile/5200/4875.
Lake, Reginaldo Christophori. 2017. ‘Metode Pendekatan Desain Menurut Henry Bergson Dan Gilbert Ryle Terhadap Arsitektur Dekonstruksi’. In Penerapan Ipteks Dalam Mendukung Pembangunan Yang Berkelanjutan, 51–56. Kupang: Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira.
Mantiri, Hyginus J., and Indradjaja Makainas. 2011. ‘Eksplorasi Terhadap Arsitektur Dekonstruksi’. Media Matrasain 8 (2). https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jmm/article/view/327/0.
Neufert, Ernest. 2002. Data Arsitek. 33rd ed. Jakarta: Erlangga.
Nurhaidah, M. Insya Musa. 2015. ‘Dampak Pengaruh Globalisasi Bagi Kehidupan Bangsa Indonesia’. Pesona Dasar : Jurnal Pendidikan Dasar Dan Humaniora 3 (3): 1–14.
Pemerintah Provinsi Riau. 2015. Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 9 Tahun 2015 Tentang Pelestarian Kebudayaan Melayu Riau. Indonesia.
Pertiwi, Sofi Wildan, and Istijabatul Aliyah. 2017. ‘Konservasi Permainan Tradisional Sebagai Daya Tarik Wisata Kampung, Studi Kasus: Kampung Dolanan Sidowayah, Kabupaten Klaten’. Cakra Wisata 18 (2): 35–47.
Rini, Ayu. 2011. Menanggulangi Kecanduan Game Online Pada Anak. Jakarta: Pustaka Mina.
Rohmah, Naili. 2016. ‘Bermain Dan Pemanfaatannya Dalam Perkembangan Anak Usia Dini’. Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam 13 (2): 27–35.
Santoso, Rizqi Iman. 2015. ‘Nasib Permainan Tradisional: Punahkah Permainan Tradisional Kita?’ Kompasiana Beyond Blogging. 2015. https://www.kompasiana.com/rinsogaul99/54f91315a33311f9028b4647/nasib-permainan-tradisional.
Saputra, Geri Barnas, Muksin Muksin, and Merry Muspita. 2018. ‘Pengembangan Agrowisata Di Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember’. Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis 2 (4): 325–31. https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2018.002.04.7.
Senasaputro, Bonifacio Bayu, and Wiendu Nuryanti. 2008. ‘Daniel Libeskind: Kajian Teori, Metoda dan Aplikasi Perancangan’. Universitas Gadjah Mada. http://etd.repository.ugm.ac.id/home/detail_pencarian/39966.
Sudradjat, Iwan. 2020. ‘Teori Dalam Penelitian Arsitektur’. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 5 (1): i–vi. https://doi.org/10.30822/arteks.v5i1.378.

























