Penerapan prinsip desain Daniel Libeskind pada fasilitas permainan tradisional Melayu Riau di Pekanbaru

Main Article Content

Elza Fitria Ningsih
Yohannes Firzal
Pedia Aldy

Abstract

Kota Pekanbaru memiliki wahana anak yang beraneka ragam. Wahana tersebut umumnya dapat dijumpai pada mall atau pusat komersial tertutup yang cenderung menyediakan permainan modern. Permainan modern lumrah adanya sebagai bagian dari kemajuan teknologi yang semakin canggih. Beda halnya dengan zaman dahulu, anak-anak lebih menyukai bermain dengan mengambil tempat di tanah lapangan kosong. Kondisi dua hal yang berbeda antara permainan modern dengan permainan tradisional mulai ditandai dengan semakin banyaknya jenis permainan modern dan hilangnya permainan tradisional. Permainan Tradisional yang dimaksud ialah jenis permainan yang berasal dari daerah Melayu Riau. Salah satu jenis permainannya yaitu congklak, statak, gasing dan sebagainya. Maka dari itu, dipihlah judul fasilitas permainan tradisional Melayu Riau yang gunanya agar permainan tradisional ini tetap dapat dilestarikan khususnya anak-anak dapat bermain sambil belajar mengenal nilai-nilai tradisional. Dengan konsep desain gerak dalam bermain Statak, fasilitas ini dirancang dengan fungsi utamanya sebagai tempat bermain. Dengan menggunakan metode primer berupa survei, serta berbagai sumber literatur dan standar fasilitas permainan sebagai metode sekunder. Fasilitas permainan tradisional ini mengedepankan prinsip desain Daniel Libeskind sehingga dapat menciptakan suatu desain modern yang tetap kental dengan nilai tradisionalnya. Meskipun hasil desain fasilitas memiliki banyak sudut geometris namun tetap aman dan tidak mengganggu pergerakan anak-anak dalam bermain.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Ningsih, Elza Fitria, Yohannes Firzal, and Pedia Aldy. 2020. “Penerapan Prinsip Desain Daniel Libeskind Pada Fasilitas Permainan Tradisional Melayu Riau Di Pekanbaru”. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 5 (3), xx-xxx. https://journal.unwira.ac.id/index.php/ARTEKS/article/view/389.
Section
ARTICLES-RESEARCH

References

Andriani, T., 2012. Permainan Tradisional Dalam Membentuk Karkter Anak Usia Dini. Jurnal Sosial Budaya, Vol. 9(1): 1-16.
Angela., 2013. Pengaruh Game Online Terhadap Motivasi Belajar Siswa SDN 015 Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Samarinda Ilir. E-Journal Ilmu Komunikasi. Vol. 1(2): 532-544
Dahliani, Soemarno., Ispurwono, Setijanti., Purwanita., 2015. Lokal Wisdom in Built Environment in Globalization Era. International Journal of Education and Research.
Christina, S & Suprobo, F., 2017. Perancangan Interior Fasilitas Dolanan Edutainment Untuk Anak Usia 4-12 Tahun di Surabaya. Jurnal Intra. Vol. 5(2): 871-889.
Fatkhiyah, L. 2015. Manfaat dari Permainan Tradisional untuk Perkembangan Anak. hal. 1.
Hermanto, M., 2013. Studi Gaya Desain Interior Museum Karya Daniel Libeskind. Jurnal Intra Vol 1:1-10.
Hollman, Jochman., 2014. Daniel Libeskind Addition of Jewish Museum Berlin. Architectural Theories
Mantiri, H., & Makainas, I., 2011. Eksplorasi Terhadap Arsitektur Dekonstruksi. Jurnal Media Matrasain. Vol. 8(2): 1-14.
Rini, A., 2011. Menanggulangi Kecanduan Game Online Pada Anak. Jakarta: Pustaka Mina.
Santoso, R., 2015. Nasib Permainan Tradisional. punahkah permainan tradisional kita?. hal.1.
Provinsi Riau, Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Melayu Riau, diakses tanggal 30 Maret 2020.

DB Error: Unknown column 'Array' in 'where clause'