Persepsi atribut pedagang kaki lima terhadap pemanfaatan trotoar Pandanaran

Main Article Content

Alfanadi Agung Setiyawan
Suzanna Ratih Sari
Agung Budi Sardjono

Abstract

Trotoar adalah salah satu prasarana yang penting guna menunjang perkembangan dan efektivitas segala kegiatan pada skala kawasan. Keberadaan trotoar memiliki fungsi utama yakni mewadahi aktivitas berjalan kaki manusia, dengan tidak melupakan fungsi tambahan sebagai penghubung elemen transportasi perkotaan. Akan tetapi pada kenyataannya trotoar memiliki fungsi ganda, selain untuk berjalan kaki dimanfaatkan juga untuk sarana berdagang PKL (pedagang kaki lima). Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengungkap keterkaitan antara persepsi atribut yang ditunjukkan dengan bagaimana para PKL berperilaku, dengan latar seting trotoar koridor jalan Pandanaran Semarang. Terdapat dugaan bahwa objek street furniture memiliki kekuatan properti yang mampu mewadahi tuntutan atribut para PKL. Untuk menjawab dugaan tersebut digunakanlah kuesioner tertutup dan metode Person Centered Mapping untuk memperoleh data statistik maupun data gambar rekaman perilaku PKL dalam berdagang di trotoar. Data yang didapat kemudian dianalisis menggunakan metode analisis statistik deskriptif. Dimulai dari klasifikasi sesuai persepsi berupa minat, tujuan, dan harapan diikuti oleh atribut yang memiliki relevansi dengan seting trotoar antara lain visibilitas, aksesibilitas, keamanan, dan adaptabilitas.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Alfanadi Agung Setiyawan, Suzanna Ratih Sari, and Agung Budi Sardjono. 2020. “Persepsi Atribut Pedagang Kaki Lima Terhadap Pemanfaatan Trotoar Pandanaran”. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 5 (2), 287-96. https://doi.org/10.30822/arteks.v5i2.436.
Section
ARTICLES-RESEARCH
Author Biography

Agung Budi Sardjono, Universitas Diponegoro

Lecturer of Architecture, Faculty of Engineering, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

References

Altman, Irwin. 1975. The Environment and Social Behavior: Privacy, Personal Space, Territory, Crowding. California: Brooks/Cole Publishing Company.
Archea, John. 1977. ‘The Place of Architectural Factors in Behavioral Theories of Privacy’. Journal of Social Issues 33 (3): 116–37. https://doi.org/10.1111/j.1540-4560.1977.tb01886.x.
Atkinson, Rita L. 1983. The Hidden Dimention. Edited by New York Doubleday. New York.
Bell, Paul A., Jeffrey D. Fisher, and Ross J. Loomis. 2001. Environmental Psychology. Philadelphia: WB Saunders Company.
Fryer, Donald W. 1982. ‘T. G. McGee and Y. M. Yeung, Hawkers in Southeast Asian Cities: Planning for the Bazaar Economy. International Development Research Center, Ottawa, 1977. Pp. 139’. African and Asian Studies 17 (3): 314–16. https://doi.org/10.1163/156852182X00967.
Gerungan, W. A. 2000. Psikologi Sosial. Bandung: Refika Aditama.
Grigg, Neil S. 1988. Infrastructure Engineering and Management. 1st ed. Australia: Wiley-Interscience.
Harris, Charles W., Nicholas T. Dines, and Gary M. Fishbeck. 1988. Time-Saver Standards for Landscape Architecture: Design and Construction Data. New York: McGraw-Hill.
Haryadi, Setiawan B. 2010. Arsitektur, Lingkungan Dan Perilaku : Pengantar Ke Teori Metodologi Dan Aplikasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Kuhn, Manford H. 1951. ‘LEWIN, KURT: Field Theory of Social Science: Selected Theoretical Papers’. The ANNALS of the American Academy of Political and Social Science 276 (1): 146–47. https://doi.org/10.1177/000271625127600135.
Laurens, Joyce Marcella. 2004. Arsitektur Dan Perilaku Manusia. Jakarta: Grasindo.
Mberu, Yuliana Bhara, and Yohanes Djarot Purbadi. 2018. ‘Makna Ruang Jalan Di Kota Lama Kupang Menurut Pengguna Ruang Pedagang Informal Dan Formal’. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 3 (1): 79–100. https://doi.org/10.30822/arteks.v3i1.56.
McGee, T. G., and Y. M. Yeung. 1977. Hawkers in Southeast Asian Cities : Planning for the Bazaar Economy. Ottawa: International Development Research Center. http://hdl.handle.net/10625/1435.
Rapoport, A. 1978. Human Aspects of Urban Form: Toward A Man-Environment Approach to Urban Form & Design. Human Aspects of Urban Form: Toward A Man-Environment Approach to Urban Form & Design. Newy York: Pergamon Press.
Sarwono, Sarlito Wirawan. 1992. Psikologi Lingkungan. Jakarta: Grasindo.
Sirvani, Hamid. 1985. The Urban Design Process. New York: Van Nostrand Reinhold Company.
Sommer, Robert, and Barbara Sommer. 2001. A Practical Guide to Behavioral Research: Tools and Techniques. 5th ed. New York: Oxford University Press.
Walgito, Bimo. 1989. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Offset.
Wardianto, Gatoet, Eko Budihardjo, Eko Budihardjo, and Eddy Prianto. 2012. ‘Tuntutan Atribut Persepsi Pejalan Kaki Pada Penggunaan Jembatan Penyeberangan Di Jatingaleh Semarang’. Dinamika TEKNIK SIPIL 12 (2): 194–200. https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/2024/_16_ Gatot-UNDIP _ok_.pdf?sequence=1&isAllowed=y.
Weisman, G. D. 1981. ‘Modelling Environtment Behavior System. A Brief Note’. Journal of Man-Environment Relations 1 (2): 32–41.
Widjajanti, Retno. 2012. ‘Karakteristik Aktivitas Pedagang Kaki Lima Pada Kawasan Komersial Di Pusat Kota, Studi Kasus: Simpang Lima, Semarang’. TEKNIK 30 (3): 162–70. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/teknik.v30i3.1892.
Windley, Paul G., and Rick J. Scheidt. 1980. ‘The Well‐being of Older Persons in Small Rural Towns: A Town Panel Approach’. Educational Gerontology 5 (4): 355–73. https://doi.org/10.1080/0360127800050403.