Edukasi Pencegahan Penyakit Diare Dengan Penerapan Hidup Bersih Di SD Negeri 1 Gadingkulon Dau Kabupaten Malang

Main Article Content

Erni Yohani Mahtuti

Abstract

Penyakit diare menjadi permasalahan utama di negara berkembang termasuk Indonesia. Selain sebagai penyebab kematian, diare juga menjadi penyebab utama gizi kurang. Beberapa faktor yang menjadi penyebab timbulnya penyakit diare disebabkan oleh bakteri melalui kontaminasi makanan dan minuman yang tercemar tinja atau kontak langsung dengan penderita. Selain itu, faktor yang paling dominan berkontribusi dalam penyakit diare adalah air, sanitasi, makanan, dan jamban keluarga. Penyakit diare merupakan penyebab utama kematian kedua pada anak di bawah 5 tahun dan mengakibatkan kematian sekitar 525.000 anak setiap tahunnya. Guna menekan angka kejadian maka pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan pemberian edukasi pencegahan penyakit diare dengan penerapan hidup bersih dengan sasaran siswa siswi SD Negeri 1 Gadingkulon Dau, sebagai bentuk preventif sedini mungkin

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

Anggraini, D., & Kumala, O. (2022). Diare Pada Anak. Scientific Journal, 1(4), 309–317.

Anggreny Leny. (2023). Sosialisasi Penerapan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Agaressi. Journal Lepa-Lepa Open Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(6), 1152–1156.

Herbowo, A. F. (2003). Diare Akibat Infeksi Parasit. Sari Pediatri, 4(4), 198–203.

Indriyani, D. P. R., & Putra, I. G. N. S. (2020). Penanganan terkini diare pada anak: tinjauan pustaka. Intisari Sains Medis, 11(2), 928–932.

Isyafa, F. R., Mahtuti, E. Y., & Faisal, F. (2023). Pemeriksaan Soil Transmitted Helmints (STH) Pada Feses Petugas Pengangkut Sampah Di Desa Tawangsari Kabupaten Malang. Journal of Educational Innovation and Public Health, 1(4), 152–164.

Jap, A. L. S., & Widodo, A. D. (2021). Diare Akut yang Disebabkan oleh Infeksi. Jurnal Kedokteran Meditek, 27(3), 282–288.

Kartika. (2021). Penerapan Pola Hidup Bersih Dan Sehat Untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh Di Desa Kalirancang, Alian, Kebumen. Journal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat (Journal For Community Engagement), 7(1).

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. (2024). Profil Desa Gadingkulon.

Novitasari, Y. (2018). Penyuluhan Program Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (Phbs) Melalui Kegiatan Cuci Tangan Pakai Sabun Pada Pendidikan Anak Usia Dini. Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin, 2(1), 44–49.

Nurhaedah, N., Pannyiwi, R., & Suprapto, S. (2022). Peran Serta Masyarakat dengan Angka Kejadian Diare. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(2), 309–403.

Rasyidah, U. M. (2019). Diare sebagai konsekuensi buruknya sanitasi lingkungan. Keluwih: Jurnal Kesehatan Dan Kedokteran, 1(1), 31–36.

Riantika, D. (2020). Isolasi Dan Identifikasi Bakteri Escherichia coli Pada Feses Penderita Diare.

Rinela Sulistya Rini, A., & dan Nanik Wijayati, S. (2017). Hand Sanitizer Ekstrak Kulit Nanas Sebagai Antibakteri Staphylococcus aureus Dan Escherichia coli. J. Chem. Sci, 6(1).

Taquillah, N. S., Mahtuti, E. Y., & Masyhur, M. (2022). Identification Of Soil Transmitted Helminth Using Formol Ether Sedimentation And ZnSO4 Solution Flotation Methods. Medicra (Journal of Medical Laboratory Science/Technology), 5(2), 68–73.

Tuang, A. (2021). Analisis analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada anak. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(2), 534–542.

Ulya, U., Mulfah, I., Nursapitri, M., Affia, M. R., & Rahman, I. (2022). Program Edukasi 6 Langkah Mencuci Tangan Pada Anak Di MI Al–Hidayah Kelurahan Cirendeu. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ, 1(1).