FORMULASI KEBIJAKAN PEMEKARAN DESA : KAJIAN ASPEK SOSIAL DALAM PROSES PEMEKARAN DESA PERSIAPAN SANDOSI II KECAMATAN WITIHAMA KABUPATEN FLORES TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.30822/jap.v2i1.3995Kata Kunci:
Kata Kunci:, Aspek Sosial, Pemekaran Desa, Formulasi KebijakanAbstrak
Abstrak
Tulisan ini mengkaji Aspek Sosial Pemekaran Desa dalam Proses Formulasi Kebijakan Pemekaran Desa Persiapan Sandosi II Kecamatan Witihama Kabupaten Flores Timur, dimana penelitian ini didorong oleh beberapa masalah yaitu jumlah penduduk Desa Sandosi yang sudah tergolong sangat padat, jangkauan pelayanan pemerintah yang belum merata, pelayanan serta adanya konflik sosial antar kelompok masyarakat yang dapat mengganggu stabilitas dan keamanan desa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kelayakan aspek sosial dalam perumusan kebijakan pemekaran desa persiapan Sandosi II dan memperkirakan dampak sosial yang akan ditimbulkan dari pemekaran desa persiapan Sandosi II. Penelitian ini menggunakan konsep formulasi kebijakan publik menurut William N. Dunn, yang terdiri dari lima tahapan, yaitu perumusan masalah, agenda kebijakan, peramalan, pemilihan alternatif, dan penetapan kebijakan. Teori ini digunakan untuk menganalisis bagaimana perumusan kebijakan pemekaran desa dengan memperhatikan kelayakan aspek sosial dan memperkirakan dampak yang akan ditimbulkan bagi masyarakat pasca pemekaran. Hasil penelitian menunujukkan bahwa pemekaran Desa Persiapan Sandosi II dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan sosial yang semakin kompleks, seperti peningkatan jumlah penduduk, kesulitan dalam pelayanan publik, dan konflik terkait tanah ulayat adat. Melalui pemekaran, diharapkan akses masyarakat terhadap layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan akan lebih baik, sekaligus memperkuat solidaritas sosial dan stabilitas di wilayah tersebut.




