• LUMEN VERITATIS : Jurnal Filsafat dan Teologi | November 2020 ~ April 2021
    Vol 11 No 02 (2021)

    Covid-19 menciptakan ketakutan global, kecemasan, dan penderitaan bagi seluruh umat manusia saat ini. Pandemi global ini telah menjadi monster pembunuh yang merenggut nyawa banyak orang. Di tengah situasi tragis ini, manusia mengajukan pertanyaan dan keraguan tentang kemahakuasaan dan kebaikan Tuhan. Sederhananya, virus korona adalah sesuatu yang berada di atas manusia. Faktanya jelas, hingga saat ini ia masih menjadi bumerang bagi manusia. Corona yang begitu ganas membuat banyak sekali persepsi yang bertebaran di masyarakat. Beberapa memproyeksikan korona dengan "dewa" postmodern. Bahkan ada yang mengatakan bahwa korona adalah akibat langsung dari dosa manusia. Atau bentuk hukuman dari Tuhan untuk manusia. Apakah korona dan Tuhan disamakan atau dibedakan?

  • LUMEN VERITATIS : Jurnal Filsafat dan Teologi | Mei 2020 ~ Oktober 2020
    Vol 11 No 1 (2020)

    Lumen Veritatis edisi Oktober 2020 hadir dan teramu dalam rangkaian pemahaman akan iman dan pengetahuan. Wacana dasar yang tersaji melalui karya-karya para penulis, mulai dari Kitab Suci sebagai sumber keberimanan, Teologi sebagai tonggak, diikuti praktek-praktek teoritikal yang humanis, merupakan penyataan dari sebuah ekspresi pengetahuan. Di dalamnya, manusia yang melakukan pencaharian menyadari keterbatasan akan pengetahuannya, jika tanpa iman yang menyelamatkan.  

     

    EDITORIAL:

    Oktovianus Kosat

    Program Studi Ilmu Filsafat, Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira

    Jl. Prof. Dr. Herman Yohanes – Penfui – Kupang - NTT

    Email: kosatkote11@gmail.com

  • LUMEN VERITATIS : Jurnal Filsafat dan Teologi | November 2019 ~ April 2020
    Vol 10 No 2 (2020)

    Tulisan yang disajikan dalam Lumen Veritatis edisi kali ini terangkai dalam beberapa fokus kajian yang meliputi kedua tema di atas (Agama dan Budaya). Berbagai eksplosari ilmiah dijalankan demi sebuah tatanan praksis yang bernilai filosofis.                 

    Kiranya keterjalinan kajian-kajian ini membawahi anjuran kebijaksanaan yang telah dicatatkan Aristoteles; First, have a definite, clear practical ideal; a goal, an objective. Second, have the necessary means to achieve your ends; wisdom, money, materials, and methods. Third, adjust all your means to that end. Bahwa, memiliki idealisme untuk sebuah tujuan membutuhkan sarana untuk persesuaian tersebut. Bahwa, agama yang ber-zaman, membutuhkan permenungan yang berbudaya. Ini menjadi bagian penting dari rutinitas ilmiah filsafat. Dan terungkap sebagai penegasan lanjutan bahwa, segala studi dan kajian terhadap berbagai ilmu, harus membawa kita ke dalam kesatuan relasi ilmu-ilmu tersebut.

    Kajian tentang Hauteas, selain sebagai perkenalan terhadap kultur keagamaan tradisional, juga membantu terjadinya inkulturasi keimanan orang Kristen. Sementara, kajian tentang Hak dan Tanggung Jawab Atas Lingkungan Hidup, mau memperlihatkan hakikat lingkungan dengan komponen biotik dan abiotik sangat mempengaruhi proses perkembangan seluruh makhluk.

    Selanjutnya, kajian terhadap tema Sexual Abuse menjadi salah satu cara untuk mengetahui pengaruhnya dalam hidup keagamaan. Diikuti kajian terhadap Pembentukan Karakter melalui analisis fenomena tradisi lisan yang menekankan adanya perjumpaan manusia dengan kebudayaan yang inkulturatif. Di samping itu, hadir juga sebuah refleksi teologis-filosofis terhadap kepercayaan agama asli di Sumba (Agama Marapu) tentang Perjalanan Jiwa ke ‘Kampung Leluhur’. Dan yang terakhir adalah sebuah kajian Fenomenologis dari isu jeritan semesta atas penyalahgunaan dan panggilan untuk bertanggung jawab.

  • LUMEN VERITATIS : Jurnal Filsafat dan Teologi | Mei 2019 ~ Oktober 2019
    Vol 10 No 1 (2019)

    LUMEN VERITATIS : Jurnal Filsafat dan Teologi | Mei 2019 ~ Oktober 2019

    Penggalan perjalanan dunia yang terjaring dalam setiap derap penafsiran, menghantar para agen untuk bergumul dari berbagai arah  menuju tujuan yang satu, memaknai dunia bagi bagian kehidupannya. Melalui alur pendidikan, para agen terarahkan demi status ‘rasul’ bagi kesejahteraan dan keselamatan masyarakat dunia (Herman P. Panda). Bukan tanpa alasan, bukan tanpa dasar arah ini berjalan. Karena satu jawaban terhadap seribu persoalan adalah pendidikan. Satu pemenuhan untuk kebutuhan manusia yang urgen adalah pendidikan (Kornelis Usboko).

    Sayap keadilan pun menebarkan aroma keharusan hadirnya. Sentuhan keadilan yang senantiasa aktual dan relevan dalam panorama perkembangan peradaban manusia, menunjukkan bahwa keadilan berhubungan dengan relasi antarmanusia. Dan meski tiap agen datang dengan arah tafsir yang berlainan, keadilan tetap mengarahkan manusia dalam relasinya dengan sesama di semua bidang kehidupan (Giovanni Aditya Arum). Demikian seni kehidupan, penakar peradaban. Pertunjukkan-pertunjukkan yang tampak di mata dunia merupakan kekuatan yang menghantar dan memampukan para agen (rasul dunia) untuk mendengar sabda dunia, mengubah persepsi, dan mengarahkan pengertian dalam sebuah tatanan yang logis, membuahkan kebenaran dan keyakinan yang sukar untuk disangkal (Yasintus T. Runesi).

    Manifestasi dari tatanan logis akan menuntun pengungkapan setiap sentimen kehidupan manusia. Bukan saja pendidikan, bukan saja keadilan, bukan hanya religi dan politik, tetapi juga soal keprihatinan akan kerukunan. Kerukunan antara manusia dan alam, didukung dengan pengetahuan dan ketrampilan untuk mengolah kerukunan tersebut demi pengembangan alam kehidupan yang komprehensif dan berkelanjutan (Yohanes V.L. Usbobo).

     

    EDITORIAL:

    Oktovianus Kosat

    Program Studi Ilmu Filsafat, Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira

    Jl. Prof. Dr. Herman Yohanes – Penfui – Kupang - NTT

    Email: kosatkote11@gmail.com

  • LUMEN VERITATIS : Jurnal Filsafat dan Teologi | November 2016 ~ April 2017
    Vol 9 No 2 (2017)

    LUMEN VERITATIS : Jurnal Filsafat dan Teologi | November 2016 ~ April 2017