Bentuk Penyajian Alat Musik Feko Genda Bagi Masyarakat Desa Ndungga
DOI:
https://doi.org/10.30822/muaranada.v1i1.4634Kata Kunci:
Feko Genda, Musik tradisi dan penyajianAbstrak
Penelitian ini mengkaji tentang bentuk penyajian alat musik tradisional Feko Genda di Desa Ndungga, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende. Alat musik ini merupakan warisan budaya yang terdiri dari feko/suling bambu dan genda/gendang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnomusikologi Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyajian musik Feko Genda dimainkan dalam bentuk ansambel dengan formasi setengah lingkaran, dimainkan oleh enam orang laki-laki, di ruang terbuka pada berbagai acara adat, hiburan, dan keagamaan. Bentuk penyajian ini memperlihatkan adanya kesinambungan budaya lokal yang kuat dimana adanya pewarisan budaya pada generasi muda. Musik feko genda merupakan identitas dan sarana komunikasi budaya masyarakat Ndungga. Penyajian yang khas dan masih lestari hingga kini menunjukkan adanya komitmen kolektif masyarakat dalam menjaga warisan budaya leluhur.
Referensi
Adolph, R. (2016). kebudayaan. 1–23.
Andriansyah, W., Fernando, E., Sadikin, A., Studi, P., Informatika, T., & Bangsa, S. D. (2017). Perancangan Aplikasi Pengenalan Alat Musik Tradisional Nusantara Berbasis Android. Jurnal Ilmiah Processor, 12(2), 1011–1020.
Arif, J. (2024). Integrasi Nilai-Nilai Tradisi Masyarakat Sambas dalam Pembelajaran Sejarah. 4, 794–805.
Darmawan, K. Z. (2008). Penelitian Etnografi Komunikasi: Tipe dan Metode. Mediator: Jurnal Komunikasi, 9(1), 181–188. https://doi.org/10.29313/mediator.v9i1. 1142
Hidayat, A. H. (2019). Seni Tradisi Dan Kreativitas Dalam Kebudayaan Minangkabau Traditional Art and Creativity in Minangkabau Culture. Jurnal Pertunjukan & Pendidikan Musik, 1(2), 65–73. http://musikolastika.ppj.unp.ac. id/index.php/musikolastikahttps://doi.org/10.7592/musikolastika. v1i2.26
Indriani, N., Nala, I. W. L., Uhai, S., Adha, A. A., & Sinaga, F. (2022). Warisan Budaya Tradisi Lisan Di Era Modernisasi Sebagai Potensi Wisata Di Desa Kedang Ipil Kabupaten Kutai Kartanegara. Sebatik, 26(2), 866–872. https://doi.org/10.46984/sebatik.v26i2.2010
Mardotillah Mila, & Zein Dian Mochammad. (2016). Silat: Identitas Budaya, Pendidikan, Seni Bela Diri, Dan Pemeliharaan Kesehatan. JURNAL ANTROPOLOGI: Isu-Isu Sosial Budaya, 18(2), 121–133.
Musianto, L. S. (n.d.). Perbedaan Pendekatan Kuantitatif dengan Pendekatan Kualitatif dalam Metode Penelitian. 123–136.
Nurkhoiriya, E., Putra, R. E., & Sepdwiko, D. (2022). Bentuk penyajian musik iringan tari pasambahan di sanggar carano lemabang palembang. 7(2), 104–109.
Putra, R. E. (2016). FUNGSI SOSIAL ANSAMBEL MUSIK GAMBUS DALAM KEHIDUPAN. 1(1), 19–25.
Sarastiti, D., & Iryanti, V. E. (2012). Bentuk Penyajian Tari Ledhek Barangan Di Kabupaten Blora. Jurnal Seni Tari, 1(1), 1–12.
Sedyawati, Edi. 1981. Pertunjukan dalam Masyarakat. Jakarta: Balai Pustaka. Sumardjo, Jakob. 2000. Filsafat Seni. Bandung: ITB.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Angela Dewinsa Lawa

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


