Analisis kriteria desain jalur pedestrian kawasan stasiun kereta api Padalarang

Penulis

  • Alfred Wijaya Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Langlangbuana , Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Langlangbuana
  • Sally Octaviana Sari Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Langlangbuana , Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Langlangbuana

DOI:

https://doi.org/10.30822/arteks.v5i1.363
Crossmark

Kata Kunci:

Kawasan Padalarang, Jalur pedestrian, Responsif, Walkable

Abstrak

Wilayah Padalarang saat ini dikenal sebagai kawasan bermobilitas tinggi. Di wilayah ini terdapat Stasiun Kereta Api dan terminal sebagai  titik simpul moda transportasi publik. Kawasan sekitar Stasiun Kereta Api ini mengalami penurunan kualitas fisik lingkungan dan visual akibat pertumbuhan bangunan liar, sektor informal, terutama dengan adanya fungsi pasardan terminal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pendekatan pengembangan yang berorientasi pada sistem transit (Transit Oriented Development), yang mengintegrasikan sistem jaringan jalan (moda transportasi massal dan pedestrian. Perkembangan tak teratur tersebut memicu permasalahan lingkungan kawasan. Salah satunya adalah jalur pedestrian yang kurang mendapatkan perhatian. Sementara  jalur pedestrian dalam konteks perumahan warga, pasar, stasiun dan terminal memiliki peran penting bagi mereka sebagai kegiatan utama. Jalur pedestrian  di Indonesia hingga kini masih selalu menjadi perdebatan yang belum selesai. Isu penting dalam merencanakan sistem jalur pedestrian dalam konsep pengembangan ini adalah bagaimana merencanakan jalur pedestrian yang walkable dan responsif, yaitu berorientasi pada pengguna trotoar. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan studi kasus di lapangan melalui survey, observasi dan mapping kondisi fisik lingkungan, serta wawancara para stakeholder. Hasil penelitian ini ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan perancang kebijakan dalam menata wilayah Stasiun Kereta Api Padalarang.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • Sally Octaviana Sari, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Langlangbuana, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Langlangbuana

    Dosen Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Langlangbuana

Referensi

Bentley, Ian. 1985. Responsive Environment : A Manual for Designers. Diedit oleh Ian Bentley. Illustrate. London, England: Routledge.

Calthrope, Peter. 1990. The American Metropolis. New York: Princeton Architectural Press.

Carmona, Matthew. 2002. Public places-urban spaces : the dimensions of urban design. Boston, Berlin: MA : Architectural Press.

Carr, Stephen. 1992. Public Space. New York: Cambridge University Press.

Fan, Peilei, Guanghua Wan, Lihua Xu, Hogeun Park, Yaowen Xie, Yong Liu, Wenze Yue, dan Jiquan Chen. 2018. “Walkability in urban landscapes: a comparative study of four large cities in China.” Landscape Ecology. https://doi.org/10.1007/s10980-017-0602-z.

Gehl, Jan. 2010. Cities for People. 1 ed. Washington: Island Press.

Hendrawan, Christianto, dan Yohanes Basuki Dwisusanto. 2017. “Konsep active living dalam perancangan jalur pedestrian, Studi kasus: Jalan L. L. R. E. Martadinata (Riau), Bandung, Jawa Barat.” ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 2 (2): 15–32. https://doi.org/10.30822/arteks.v2i1.38.

Irfandian, Raden Rangga Ilham, dan Herman Wilianto. 2019. “Evaluasi active design pada media perjalanan aktif di sekitar ruang publik kota.” ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur. https://doi.org/10.30822/arteks.v4i1.359.

Iswanto, Danoe. 2006. “Pengaruh Elemen-elemen Pelengkap Jalur Pedestrian Terhadap Kenyamanan Pejalan kaki, Studi Kasus Penggal Jalan Pandanaran Dimulai dari Jalan Randusari Hingga Kawasan Tugu Muda.” Enclosure 5 (1): 21–29. http://eprints.undip.ac.id/18474/1/4_danoe_ielemen_lanskap_pandanaran.pdf.

O’Hare, Danny. 2004. “Walkable Cities : An Urban Stroll in Barcelona, Bangkok and Brisbane Australia.” Urban Ecology: An International Perspective on the Interaction Between Humans and Nature. 2004. http://www.urbanecology.org.au/topics/neighborhoods.html.

Sari, Sally Octaviana. 2016. “Persepsi Penyandang Low Vision Terhadap Ciri Medan di Ruang Terbuka Publik, Kasus: Proses Meruang (Wayfinding) di Kota Bandung.” Institut Teknologi Bandung.

Sirvani, Hamid. 1985. The Urban Design Process. New York: Van Nostrand Reinhold Company.

Trancik, Roger. 1986. Finding Lost Space : Theories of Urban Design. Canada: John Wiley & Sons Inc. https://books.google.co.id/books?id=UcdJxonfeGMC&printsec=frontcover&dq=Finding+Lost+Space&hl=en&sa=X&ved=0ahUKEwj_zKGFz6HoAhWbe30KHZ0UDb0Q6AEIKDAA#v=onepage&q=Finding Lost Space&f=false.

Wijaya, Alfred, dan Sally Octaviana Sari. 2018. “Penataan Jalur Pedestrian Berbasis Transit Oriented Development Pada Revitalisasi Kawasan Stasiun Kereta Api.” Jurnal TIARSIE. https://doi.org/10.32816/tiarsie.v15i2.33.

Wijaya, Cecep. 2018. “Padalarang, Antara Kemewahan dan Kawasan Paling Kumuh di Bandung Barat.” Pikiran Rakyat media network. 2018. https://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/pr-01299966/padalarang-antara-kemewahan-dan-kawasan-paling-kumuh-di-bandung-barat-428393.

Zahnd, Markus. 1999. Perancangan Kota Secara Terpadu: Teori Perancangan Kota dan Penerapannya. Semarang: Kanisius.

Diterbitkan

2020-04-01

Cara Mengutip

“Analisis Kriteria Desain Jalur Pedestrian Kawasan Stasiun Kereta Api Padalarang”. 2020. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 5 (1): 133-40. https://doi.org/10.30822/arteks.v5i1.363.