Studi aktivitas informal ruang jalan di kawasan Pecinan Semarang, Indonesia

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.30822/arteks.v7i2.1182
Crossmark

Kata Kunci:

Aktivitas, Outdoor living room, Pecinan Semarang, Ruang jalan, Sense of place

Abstrak

Aktivitas informal berupa kegiatan keseharian masyarakat berperan dalam membentuk kualitas perancangan arsitektur urban. Ruang terbuka publik menjadi wadah bagi segala wujud aktivitas informal berbasis masyarakat tersebut. Keterbukaan spasial yang dimiliki ruang publik membuat ranah publik-privat menjadi spektrum yang kolektif. Dalam perbedaan, aktivitas kolektif masyarakat ini turut memanfaatkan ruang luar sebagai ruang bersama. Meskipun aktivitas informal dipandang sebagai sesuatu yang bersifat sementara, aktivitas ini mampu menghadirkan rasa kepemilikan komunitas urban terhadap sebuah tempat (sense of belonging). Kawasan Pecinan Semarang mendemonstrasikan terciptanya ruang jalan sebagai ruang luar yang hidup (sense of place). Kajian ini bertujuan untuk memahami karakter outdoor living room pada ruang jalan di Kawasan Pecinan Semarang melalui dimensi sense of place. Penelitian dilaksanakan melalui metode kualitatif berdasarkan data observasi lapangan dengan mengungkap dimensi sense of place; yakni place identity, place attachment, dan place dependence. Aktivitas informal yang ditinjau melalui dimensi sense of place membentuk karakter outdoor living room pada ruang jalan. Pembentukan karakter outdoor living room menghasilkan peningkatan kualitas daya hidup ruang jalan sebagai ruang terbuka publik di Kawasan Pecinan Semarang.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • Yohanes Basuki Dwisusanto , Department of Architecture, Faculty of Enginering, Universitas Katolik Parahyangan, Department of Architecture, Faculty of Enginering, Universitas Katolik Parahyangan

    Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Parahyangan

    Yohanes Basuki Dwisusanto contribute to the research concepts preparation and literature reviews, data analysis, of article drafts preparation and validation.

  • Christin Purnamasari Nusaputra, Universitas Katolik Parahyangan

    Magister Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Parahyangan.

    Christin Purnamasari Nusaputra contributed to the research concepts preparation, methodologies, investigations, data analysis, visualization, articles drafting and revisions.

Referensi

BAPPEDA Kota Semarang. 2011. Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 14 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Semarang Tahun 2011-2031. Indonesia. http://jdih.semarangkota.go.id/ildis_v2/public/pencarian/499/detail.

Choironi, Rosida. 2004. ‘Karakteristik Ruang Gang Baru Pecinan Semarang’. Univeristas Diponegoro. http://eprints.undip.ac.id/12016/1/2004MTA3192.pdf.

Dinas Penataan Ruang Kota Semarang. 2020. ‘One Map Semarang’. Distaru.Semarangkota.Go.Id. 2020. https://distaru.semarangkota.go.id/semarang/index.php?webgis=tataruang.

Fauzi, Akhmad Fais, and Lita Sari Barus. 2019. ‘Identifikasi Faktor Fisik Penentu Daya Hidup Ruang Jalan (Livable Streets)’. Jakarta. https://digilib.esaunggul.ac.id/UEU-Research-16_0281/12925/livable-streets.

Francis, Jacinta, Billie Giles-Corti, Lisa Wood, and Matthew Knuiman. 2012. ‘Creating Sense of Community: The Role of Public Space’. Journal of Environmental Psychology 32 (4): 401–9. https://doi.org/10.1016/j.jenvp.2012.07.002.

Han, Wang, and Jia Beisi. 2015. ‘A Morphological Study of Traditional Shophouse in China and Southeast Asia’. Procedia - Social and Behavioral Sciences 179 (April): 237–49. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.02.427.

Handinoto. 1999. ‘Lingkungan “Pecinan” Dalam Tata Ruang Kota Di Jawa Pada Masa Kolonial’. DIMENSI (Jounal of Architecture and Buit Environment) 27 (1): 20–29. https://dimensi.petra.ac.id/index.php/ars/article/view/15704.

Humanitarian OpenStreetMap Team. 2019. ‘Atlas Infrastruktur Kota Semarang’. OpenStreetMap.Id. 2019. https://openstreetmap.id/kota-semarang/.

Jorgensen, Bradley S., and Richard C. Stedman. 2001. ‘Sense of Place as an Attitude: Lakeshore Owners Attitudes toward Their Properties’. Journal of Environmental Psychology 21 (3): 233–48. https://doi.org/10.1006/jevp.2001.0226.

Kamalipour, Hesam. 2020. ‘Improvising Places: The Fluidity of Space in Informal Settlements’. Sustainability 12 (6): 2293. https://doi.org/10.3390/su12062293.

Kohl, David. 1984. Chinese Architecture in the Straits Settlements and Western Malaya: Temples, Kongsis, and Houses. Kuala Lumpur: Heinemann Asia.

Lake, Reginaldo Christophori, Yohanes Basuki Dwisusanto, Yohanes Djarot Purbadi, and Fransiscus Xaverius Eddy Arinto. 2020. ‘Fenomena The Sacred Public Space Berdasarkan Teori Lefebvre “The Production of Space” Studi Kasus: Ruang Publik Kota Larantuka Sebagai Citra Kota Reinha Rosari’. Jurnal Arsitektur ARCADE 4 (2): 85. https://doi.org/10.31848/arcade.v4i2.452.

Liem, Thian Joe. 1931. Riwayat Semarang. Semarang: Hasta Wahana.

Lydon, Mike, Anthony Garcia, and Andres Duany. 2015. Tactical Urbanism: Short-Term Action for Long-Term Change. Washington DC: Island Press.

Madanipour, Ali. 2010. Whose Public Space? Whose Public Space? International Case Studies in Urban Design and Development. London: Routledge.

———. 2017. Cities in Time: Temporary Urbanism and the Future of the City. London: Bloomsbury Academic.

Meneses-Reyes, Rodrigo, and José A Caballero-Juárez. 2014. ‘The Right to Work on the Street: Public Space and Constitutional Rights’. Planning Theory 13 (4): 370–86. https://doi.org/10.1177/1473095213503967.

Micek, Michał, and Sylwia Staszewska. 2019. ‘Urban and Rural Public Spaces: Development Issues and Qualitative Assessment’. Bulletin of Geography. Socio-Economic Series 45 (45): 75–93. https://doi.org/10.2478/bog-2019-0025.

Nusaputra, Christin Purnamasari, and Yohanes Basuki Dwisusanto. 2022. ‘Fragmentation of Street Space Usage in Chinatown Village Semarang, Indonesia’. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 7 (1): 33–42. https://doi.org/10.30822/arteks.v7i1.1181.

Pratiwo. 2010. Arsitektur Tradisional Tionghoa Dan Perkembangan Kota. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Purwanto, L. M. F. 2005. ‘Kota Kolonial Lama Semarang (Tinjauan Umum Sejarah Perkembangan Arsitektur Kota)’. DIMENSI: Journal of Architecture and Built Environment 33 (1). https://dimensi.petra.ac.id/index.php/ars/article/view/16273.

Rosiana, Maria. 2002. ‘Kajian Pola Morfologi Ruang Kawasan Pecinan (Studi Kasus : Kawasan Pecinan Semarang)’. Universitas Diponegoro. http://eprints.undip.ac.id/12144/1/2002MTA2026.pdf.

Samadi, Zalina, Dasimah Omar, and Rodzyah Mohd Yunus. 2012. ‘On-Street Visual Analysis on Outdoor Space of Jalan Hang Jebat, Melaka’. Procedia - Social and Behavioral Sciences 68 (December): 353–62. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2012.12.233.

Ujang, Norsidah, and Kamariah Dola. 2007. ‘Linking Activity and Place Attachment Dimensions in Enhancing the Sense of Place’. ALAM CIPTA, International Journal on Sustainable Tropical Design Research & Practice 2 (1): 59–67. https://core.ac.uk/download/pdf/12221758.pdf.

Waroeng Semawis Semarang. 2019. ‘Semawis Semarang’. Instagram. 2019. https://www.instagram.com/p/ByP7plapxiF/.

Widodo, Johannes, Abang Winarwan, and Harastoeti Dibyo Hartanto. 1989. ‘Kota Sebagai Obyek Arsitektur (Dengan Kota Semarang Sebagai Studi Kasus)’. Bandung. https://repository.unpar.ac.id/bitstream/handle/123456789/5366/KTI_Johannes_Kota Sebagai Obyek-p.pdf?sequence=1&isAllowed=y.

Diterbitkan

2022-08-01

Cara Mengutip

“Studi Aktivitas Informal Ruang Jalan Di Kawasan Pecinan Semarang, Indonesia”. 2022. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 7 (2): 155-62. https://doi.org/10.30822/arteks.v7i2.1182.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 1 2