Pattern and type permanence in the Kasongan area: Typo-morphology study towards a sustainable Pottery Tourism Village
DOI:
https://doi.org/10.30822/arteks.v7i2.1400Kata Kunci:
Kasongan, Permanence, Spatial type, Typology-morphologyAbstrak
Artikel ini bertujuan memetakan tingkat permanensi pola dan tipe pada elemen pembentuk Kawasan Kasongan dalam kurun waktu 60 tahun terakhir. Permanensi merupakan salah satu pendekatan untuk menemukan jatidiri kawasan, terutama pada konteks perubahan kawasan. Kasongan terletak tepat di tengah di antara Bantul dan Yogyakarta, sebuah kawasan desakota yang memiliki akar agraris sekaligus dipengaruhi globalisasi perkotaan. Kasongan merupakan kawasan bersejarah berusia hampir dua abad, pada awalnya berkembang sebagai desa perajin gerabah yang unik, perajin tinggal dan berproduksi di satu lokasi. Adaptasi terhadap perubahan lingkungan dan budaya setelah era 1960-an menjadikan Kasongan bertransformasi dari karakter desa agraris ke desakota industri, selanjutnya bertransformasi ke desakota pariwisata. Perubahan-perubahan cepat tersebut terlihat pada tipologi bangunan dan kawasan Kasongan, sementara itu jatidiri Kasongan sebagai kawasan bersejarah dalam industri gerabah di wilayah Yogyakarta diperlukan sebagai modal pusaka budaya untuk mengembangkan kawasan wisata berkelanjutan. Lokus yang diambil adalah sebagian Pedukuhan Kajen dan sebagian Pedukuhan Beton sebagai area awal pertumbuhan dan arah perkembangan Kawasan Kasongan dalam beberapa dekade terakhir. Metode yang digunakan adalah kajian tipo-morfologi menggunakan metode pemetaan periode morfologis dan kajian proses tipologis kawasan. Hasil penelitian menemukan permanensi pola dan tipe: (1) pola dan tipe ruang yang bertahan sebagai identitas awal, (2) pola dan tipe ruang yang berubah dan (3) pola dan tipe ruang yang hilang.
Unduhan
Referensi
Cahyono, Untung Joko, Bambang Setioko, and Titin Woro Murtini. 2015. ‘Konsistensi Pernaungan Dalam Transformasi Rumah Jawa Modern Pada Abad Ke 20 Di Laweyan Surakarta’. In Prosiding Seminar Kota Layak Huni / Livable Space, 180–91. Jakarta: Jurusan Arsitektur FTSP, Universitas Trisakti. http://www.trijurnal.lemlit.trisakti.ac.id/index.php/lslivas/article/view/2385.
Carey, Peter. 2015. Takdir : Riwayat Pangeran Diponegoro (1785-1855). 3rd ed. Jakarta: Kompas.
Conzen, M. R. G. 1966. ‘Historical Townscapes in Britain: A Problem in Applied Geography’. In Northern Geographical Essays, edited by G. H. J. Daysh and J. House. United Kingdom: Oriel.
Curtis, William J. R. 1985. ‘Regional Architecture Session 3’. In Regionalism in Architecture, edited by Robert Powell. Singapore: Concept Media/Aga Khan Award for Architecture.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bantul. 2003. Buku Monografi Kecamatan Pundong, Semester I, Tahun 2003. Yogyakarta: Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Bantul. Yogyakarta: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bantul.
———. 2015. Buku Monografi Kecamatan Pundong, Semester I, Tahun 2015. Yogyakarta: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bantul.
Ernawati, Hani, and S. A. Mahmudah. 2016. ‘Strategi Pengembangan Desa Wisata Seni Dan Kerajinan Kasongan, Bangunjiwo, Bantul, Yogyakarta’. Jurnal Kepariwisataan 10 (3): 49–64.
Fatonah, Siti, and Subhan Afifi. 2008. ‘Difusi Inovasi Teknologi Tepat Guna Di Kalangan Wanita Pengusaha Di Desa Kasongan Yogyakarta’. Jurnal Ilmu Komunikasi 6 (1): 41–56. http://jurnal.upnyk.ac.id/index.php/komunikasi/article/view/39/43.
Gustami, S. P., Laksmi Kusuma Wardani, and Agus Heru Setiawan. 2014. Keramik Kasongan Heritage. Edited by Timbul Raharjo and Wahyu Tri Atmojo. Jakarta: Direktorat Pengembangan Seni Rupa.
Hidayatun, Maria Immaculata. 2018. Jatidiri Arsitektur Indonesia, Regionalisme Dalam Konsep Bhineka Tunggal Ika. Bantul. K-Media. https://core.ac.uk/outputs/237150410.
Iryadini, Lisnawati. 2010. ‘Analisis Faktor Produksi Industri Kecil Kerupuk Kabupaten Kendal’. Universitas Diponegoro. http://eprints.undip.ac.id/26544/1/Skripsi...2(R).pdf.
Marwasta, Djaka, and Kuswaji Dwi Priyono. 2016. ‘Analisis Karakteristik Permukiman Desa-Desa Pesisir Di Kabupaten Kulonprogo’. Forum Geografi 21 (1). https://doi.org/10.23917/forgeo.v21i1.1819.
Nasser, Noha. 2003. ‘Planning for Urban Heritage Places: Reconciling Conservation, Tourism, and Sustainable Development’. Journal of Planning Literature 17 (4): 467–79. https://doi.org/10.1177/0885412203017004001.
Oncu, Ayse, and Petra Weyland. 1997. Space, Culture and Power: New Identities in Globalizing Cities. London, United Kingdom: Zed Books.
Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. 2019. Peraturan Daerah (PERDA) Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2012-2025. Indonesia: LD.2019/NO.1. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/108358/perda-no-1-tahun-2019.
Praditya, Maninggar. 2010. ‘Analisis Usaha Industri Gula Jawa Skala Rumah Tangga Di Kabupaten Wonogiri’. Universitas Sebelas Maret. https://digilib.uns.ac.id/dokumen/download/12672/MjcyMzI=/Analisis-usaha-industri-gula-jawa-skala-rumah-tangga-di-kabupaten-Wonogiri-abstrak.pdf.
Pudianti, Anna, Atiek Suprapti, and Joesron Ali Syahbana. 2019. ‘The Tools of Qualitative Approach to Measure Rural Transformation: The Case of Yogyakarta Rural Village’. TATALOKA 21 (1): 11. https://doi.org/10.14710/tataloka.21.1.11-22.
Purbadi, Yohanes Djarot. 2017. ‘Continuity and Change Dalam Arsitektur Vernakular: Kajian Fenomena Lopo Di Desa Kaenbaun’. In Seminar Nasional Riset Dan Teknologi Terapan Ke-7 (Ritektra VII). Kupang: Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandira. http://e-journal.uajy.ac.id/24512/.
Puspitasari, Popi, Achmad Djunaedi, Sudaryono, and Bakti Setiawan. 2011. ‘Dinamika Pemanfaatan Lahan Kampung Bersejarah “Luar Batang” - Jakarta Utara’. Forum Teknik 34 (1): 27–38.
Raharjo, Timbul. 2009a. Globalisasi Seni Kerajinan Keramik Kasongan. Institutional Repository ISI Yogyakarta. Yogyakarta: Program Pascasarjana Inst.
———. 2009b. Historisitas Desa Gerabah Kasongan. Yogyakarta: Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia.
———. 2012. Kasongan Art Festival. Yogyakarta: Program Magister Tata Kelola Seni Pascasarjana ISI Yogyakarta.
Rahmi, Dwita Hadi, H.A Sudibyakto, H. Sutikno, and Laretna T. Adishakti. 2012. ‘Pusaka Saujana Borobudur: Perubahan Dan Kontinuitasnya’. Jurnal Manusia Dan Lingkungan 19 (1): 85–94. https://jurnal.ugm.ac.id/JML/article/view/18456/11749.
Santoso, Dian Kartika, and Respati Wikantiyoso. 2018. ‘Faktor Penyebab Perubahan Morfologi Desa Ngadas, Poncokusumo, Kabupaten Malang’. Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal 10 (2). https://doi.org/10.26905/lw.v10i2.2678.
Slater, T.R. 1978. ‘Family, Society and the Ornamental Villa on the Fringes of English Country Towns’. Journal of Historical Geography 4 (2): 129–44. https://doi.org/10.1016/0305-7488(78)90184-6.
Sunaryo, Rony Gunawan, Nindyo Soewarno, Ikaputra, and Bakti Setiawan. 2013. ‘Colonial and Traditional Urban Space in Java: A Morphological Study of Ten Cities’. DIMENSI (Journal of Architecture and Built Environment) 40 (2). https://doi.org/10.9744/dimensi.40.2.77-88.
Swesti, Woro, John Soeprihanto, and Dyah Widiyastuti. 2020. ‘Model Pengembangan Pariwisata Kreatif Untuk Mencapai Keberlanjutan Di Desa Wisata Kasongan’. Jurnal Kawistara 10 (3): 295. https://doi.org/10.22146/kawistara.44157.
Tambunan, Tulus. 1999. Perkembangan Industri Skala Kecil Di Indonesia. Jakarta: Mutiara Sumber Widya.
Titisari, Ema Yunita, Joko Triwinarto Santoso, and Noviani Suryasari. 2012. ‘Konsep Ekologis Pada Arsitektur Di Desa Bendosari’. Review of Urbanism and Architectural Studies 10 (2): 20–31. https://doi.org/10.21776/ub.ruas.2012.010.02.3.
Whitehand, J W R, Kai Gu, Michael P Conzen, and Susan M Whitehand. 2014. ‘The Typological Process and the Morphological Period: A Cross-Cultural Assessment’. Environment and Planning B: Planning and Design 41 (3): 512–33. https://doi.org/10.1068/b39097.
Widodo, Johannes. 2010. ‘Wisdoms in Human Settlements : Learning From Southeast Asian Cultural & Environmental Holistic Sustainability’. In International Conference Local Wisdom in Global Era: “Enhancing the Locality in Architecture Housing and Urban Environment”, UKDW Yogyakarta, 21-22 January 2011, 21–28. Yogyakarta: Universitas Kristen Duta Wacana. http://www.irbnet.de/daten/iconda/CIB_DC22846.pdf.
———. 2012. ‘Urban Environment and Human Behaviour: Learning from History and Local Wisdom’. Procedia - Social and Behavioral Sciences. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2012.04.161.
Wijaya, Cristian Ari. 2015. ‘Sejarah Perkembangan Kerajinan Keramik Kasongan Bantul 1987-2012’. Universitas Sanata Dharma.
Worskett, Roy. 1969. The Character of Towns: An Approach to Conservation. London: Architectural Press.
Wulandari, Elysa Wulandari, Burhan Nasution, Masdar Djamaludin, and Farisa Sabila. 2020. ‘Proses Tumbuh Kembang Permukiman Perdesaan Muara Sungai Di Pesisir Barat Aceh Dan Adaptasi Berkelanjutannya, Kasus: Gampong Geulanggang Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya’. Jurnal Arsitektur ZONASI 3 (3): 195–208. https://doi.org/10.17509/jaz.v3i3.27873.

























