Dominasi ragam akulturasi lokal-moderen pada bangunan Casablancka residence, Bali
DOI:
https://doi.org/10.30822/arteks.v5i1.187Kata Kunci:
Akulturasi Casablancka recidence, Arsitektur lokal-modern, Konsep akulturasiAbstrak
Fenomena wujud akulturasi arsitektur lokal-modern menjadi penting ditelusuri karena dapat dijadikan konsep arsitektur masa kini (arsitektur kiwari). Objek studi penelitian ini adalah bangunan Casablancka Residence di Bali. Objek studi merupakan bangunan baru dan jarang diteliti, terutama dari aspek wujud akulturasi arsitekturnya. Penelitian ini selain bertujuan untuk mengungkapkan ragam bentuk akulturasi arsitektur lokal - modern yang ditinjau dari aspek ragam bentuk akulturasi, juga untuk melihat mana yang lebih mendonimasi antara arsitektur lokal dan modern yang ada pada bangunan Casablancka Residence. Teori yang digunakan dalam studi ini adalah teori archetype yang berfungsi mengungkap fenomena arsitektur Casablancka Residence tersebut. Metoda yang digunakan dalam menelusuri kasus studi adalah deskriptif, analitik dan interpretatif, sesuai dengan karakteristik kasus studi yang diungkap. Hasil dari penelitian ini ditemukan dominasi yang lebih kuat pada unsur lokal dimana secara garis besar nampak pada bagian atap dan alas bangunan yang menggunakan bentuk serta material lokal yang kuat, sedangkan unsur modern lebih dominan pada bagian dinding bangunan yang didominasi material kaca modern. Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat akan pentingnya penerapan lokalitas dalam membangun serta mengupayakan pelestarian budaya arsitektur lokal dan juga menambah khasanah ilmu pengetahuan arsitektur yang telah ada baik bagi akademik maupun praktisi.
Unduhan
Referensi
Arinto, Fransiscus Xaverius Eddy. 2018. “Pelestarian arsitektur berdasarkan architectural architypes melalui metode grafis.” ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 3 (1): 29–36. https://doi.org/10.30822/arteks.v3i1.52.
Budihardjo, Rachmat. 2013. “Konsep Arsitektur Bali Aplikasinya Pada Bangunan Puri.” NALARs 12 (1): 17–24. https://doi.org/10.1007/s10040-009-0516-1.
———. 2019. “Pengaruh Pariwisata pada adaptasi fungsi, bentuk dan ruang arsitektur Puri, studi kasus: Puri Saren Agung Ubud.” ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 4 (1): 63–72. https://doi.org/10.30822/arteks.v4i1.80.
Kusuma, Halim Adi, dan Gunawan Tanuwidjaja. 2014. “Desain Rumah Bali Kontemporee yang Berbasis Konsep Tri Mandala.” In Seminar Rumah Tradisional 2014-Transformasi Nilai-nilai Tradisional dalam Arsitektur Masa Kini, 1–11. http://repository.petra.ac.id/16832/1/Publikasi1_10012_1727.pdf.
Lake, Reginaldo Christophori. 2014. “Konsep Ruang Dalam dan Ruang Luar Arsitektur Tradisional Suku Atoni di Kampung Tamkesi di Pulau Timor.” E-Journal Graduate Unpar 1 (2): 61–74. http://journal.unpar.ac.id/index.php/unpargraduate/article/view/842/829.
———. 2015. Gramatika Arsitektur Vernakular Suku Atoni Di Kampung Adat Tamkesi Di Pulau Timor. Yogyakarta: CV. Sunrise.
———. 2016. “Tata Spasial Arsitektur Tradisional Suku Atoni Di Kampung Tamkesi Pulau Timor.” ATRIUM - Jurnal Arsitektur. https://doi.org/10.21460/atvm.2016.21.3.
Lake, Reginaldo Christophori, Yohanes Djarot Purbadi, dan Herman Florianus Harmans. 2020. “Identification and Orientation on Spatial Arrangement of Wajo Traditional Village, Keo Tengah, Nagekeo Regency.” Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal 12 (1): 19–30. https://doi.org/10.26905/lw.v12i1.3581.
Lestari, Lestari, dan Muhammad Ridha Alhamdani. 2014. “Penerapan Material Kaca dalam Arsitektur.” LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR 1 (2): 30–42. https://doi.org/10.26418/lantang.v1i2.18798.
Maharani, Ida Ayu Dyah dan Toddy Hendrawan Yupardhi. 2014. “Arsitektur Tradisional Bali Pada Desain Hybrid Bangunan Retail Di Kuta Bali.” Segara Widya 2 (1): 304–14.
Messakh, Jeni. 2014. ‘Wujud Akulturasi Sebagai Pembentuk Identitas Arsitektur Nusa Tenggara Timur’. E-Journal Graduate Unpar. http://journal.unpar.ac.id/index.php/unpargraduate/article/view/1196/1166.
Parwata, I Wayan. 2011. “Rumah Tinggal Tradisional Bali dari Aspek Budaya dan Antropometri.” Mudra 26 (1): 95–106.
Pradono, Budi. 2017. “Casablancka Residence.” ArchDaily. 2017. https://www.archdaily.com/874030/casablancka-residence-budi-pradono-architects.
Putra, Komang. 2019. “Arsitektur Rumah Tradisional Bali.” KOMANG PUTRA: Blog Sastra & Budaya Bali. 2019.
Salura, Purnama. 2010. Arsitektur Yang Membodohkan. 1 ed. Bandung: CSS Publishing.
Salura, Purnama, dan Reginaldo Christophori Lake. 2014. “The architectural language of inner and outer space as observed among the Atoni tribe in the Tamkesi kampong on Timor Island.” International Journal of Academic Research 6 (3). https://doi.org/10.7813/2075-4124.2014/6-3/a.29.
Santosa, Mas, dan V. Totok Noerwasito. 2006. “Pengaruh ‘Thermal Properties’ Material Bata Merah dan Batako sebagai Dinding, terhadapt Efisien Enerji dalam Ruang di Surabaya.” DIMENSI (Jounal of Architecture and Buit Environment) 34 (2): 147–53. https://doi.org/https://doi.org/10.9744/dimensi.34.2.pp.%20147-153.
Thiss-Evensen, Thomas. 1987. Archetypes in architecture. Oxford: Oxford University Press.
Wicaksana, Ida Bagus Agung. 2018. “The Art of Space and Architecture; Asta Kosala Kosali and Asta Bumi.” Bali Tourism Journal 2 (1): 14–18. http://balitourismjournal.org/ojs/index.php/btj/article/view/16/20.
Wijaya, I Kadek Merta. 2016. “Telaah Arsitektur Vernakular Pada Artikel: The Balinese Christian Settlement And Church Architecture As A Model Of Inculturation.” WICAKSANA Jurnal Lingkungan.
Wiryawan, I Wayan ; Susanta, I Nyoman. 2016. “Konsep Dan Makna Arsitektur Tradisional Bali Dan Aplikasinya Dalam Arsitektur Bali.” Workshop ‘Arsitektur Etnik Dan Aplikasinya Dalam Arsitektur Kekinian.
Yusuf, Stephanie Arvina. 2016. “Wujud akulturasi arsitektur pada aspek fungsi, bentuk, dan makna bangunan Gereja Kristen Pniel Blimbingsari di Bali.” ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 1 (2): 15–30. https://doi.org/10.30822/arteks.v1i1.22.

























