Perancangan kawasan berorientasi transit dengan pendekatan water sensitive urban design
DOI:
https://doi.org/10.30822/arteks.v8i2.1958Kata Kunci:
Kawasan berorientasi transit, Tegalluar, Water sensitive urban design (WSUD)Abstrak
Kawasan Tegalluar dan Gedebage (desa Rancanumpang) merupakan salah satu Kawasan terendah di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung yang direncanakan menjadi Kawasan TOD. Kedua Kawasan tersebut berada pada ketinggian 669 mdpl dan 668 mdpl yang mengalami penurunan laju permukaan tanah setiap tahunnya yang mengakibatkan banjir pada Kawasan dikarenakan saluran tidak dapat menampung debit limpasan air. Sehingga diperlukan perancangan Kawasan berorientasi transit di Tegalluar yang dapat saling terkoneksi dan terintegrasi dengan transportasi publik yang ramah terhadap pejalan kaki maupun pesepeda menggunakan pendekatan water sensitive urban design (WSUD) untuk mengatasi permasalahan daya dukung fisik lingkungan karena adanya penurunan laju permukaan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain alternatif Kawasan berorientasi transit di Tegalluar berdasarkan aspek density, diversity, design, destination accessibility, distance to transit, dan environment. Metode yang digunakan dalam perancangan kawasan ini menggunakan metode fragmental yang pada dasarnya memungkinkan untuk dapat melakukan beberapa tahapan perancangan. Hasil akhir perancangan ini berupa simulasi desain alternatif berupa konsep pada Kawasan berorientais transit berdasarkan prinsip density, diversity, design, destination accessibility, distance to transit, dan environment, sehingga dapat memberikan gambaran umum terkait proses perancangan desain alternatif pada Kawasan berorientasi transit di Tegalluar, Bandung.
Unduhan
Referensi
Bachtiar, Zulfahmi, and Ramos Pasaribu. 2023. ‘Dampak Lingkungan Ekologis Akibat Proyek Pembangunan Jalur Rel Light Rapid Transit (LRT) Jabotabek Di Jakarta’. Local Engineering 1 (1): 1–10. https://doi.org/10.59810/lejlace.v1i1.24.
Bupati Kabupaten Bandung. 2016. Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bandung Tahun 2016-2036. Indonesia: LD 2016/No.27. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/148251/perda-kab-bandung-no-27-tahun-2016.
Calthorpe, Peter. 1995. The Next American Metropolis: Ecology, Community, and the American Dream. 3rd ed. New York: Princeton Architectural Press.
Cervero, Robert. 2006. ‘Public Transport and Sustainable Urbanism: Global Lessons’. In Science Council of Japan. Japan: Science Council of Japan. https://escholarship.org/uc/item/4fp6x44f.
Cervero, Robert, and Kara Kockelman. 1997. ‘Travel Demand and the 3Ds: Density, Diversity, and Design’. Transportation Research Part D: Transport and Environment 2 (3): 199–219. https://doi.org/10.1016/S1361-9209(97)00009-6.
Dittmar, Hank, and Gloria Ohland, eds. 2003. The New Transit Town: Best Practices In Transit-Oriented Development. Washington, D.C.: Island Press.
Dunn, William N. 2004. Public Policy Analysis: An Introduction. 3rd ed. Britania Raya, London: Taylor & Francis.
Dwiputri, Marselliy. 2017. ‘Identifikasi Debit Limpasan Air Permukaan Kawasan Gedebage Sesudah Perubahan Iklim’. Faktor Exacta 10 (4): 379–88. https://journal.lppmunindra.ac.id/index.php/Faktor_Exacta/article/view/2243.
Ewing, Reid, and Robert Cervero. 2010. ‘Travel and the Built Environment’. Journal of the American Planning Association 76 (3): 265–94. https://doi.org/10.1080/01944361003766766.
Febriyanto, Muhammad Faleri, Yohanes Karyadi Kusliansjah, and Rumiati Rosaline Tobing. 2021. ‘Evaluation of Pedestrian Paths Feasibility in the Area around Manggarai to Support the Transit-Oriented Development Concept’. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 6 (2): 175–88. https://doi.org/10.30822/arteks.v6i2.559.
FloridaNOTA. 2012. ‘Florida TOD Guidebook’.
Institute for Transportation and Development Policy. 2014. TOD Standard. New York, USA.
Institute For Transportation And Development Policy. 2017. ‘TOD Standaed’. New York City. https://www.eltis.org/sites/default/files/trainingmaterials/tod-2017-v3.pdf.
Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia. 2017. Pedoman Pengembangan Kawasan Berorientasi Transit. Indonesia: BN 2017/No 1408, atrbpn.go.id : 19 Hlm. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/103801/permen-agrariakepala-bpn-no-16-tahun-2017.
Land Use Planning & Policy. 2005. Transit Oriented Development Policy Guidelines. Calgary: Calgary.
Nassar, Usam A., osam S. El-Samaty, and Ahmad A. Waseef. 2017. ‘Water Sensitive Urban Design: A Sustainable Design Approach to Reform Open Spaces in Low-Income Residential Rehabilitation Projects in Egypt’. Journal of Urban Plannig, Landscape & Environmental Design 2 (3): 123–48. http://www.serena.unina.it/index.php/upland/article/view/5412/6051.
Pemerintah Kota Bandung. 2011. Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bandung Tahun 2011-2031. Indonesia.
Renne J L, C. C. (2009). Transit Oriented Development: Making it Happen. Ashgate Publishing Limited.
Shirvani, Hamid. 1985. The Urban Design Process. New York: Van Nostrand Reinhold Company.
Tamin, Ofyar Z. 1993. ‘Strategi Peningkatan Pelayanan Angkutan Umum Sebagai Usaha Mengatasi Masalh Kemacetan Di Daerah Perkotaan’. Journal of Regional and City Planning 4 (8). https://journals.itb.ac.id/index.php/jpwk/article/view/5727/2860.
———. 2000. Perencanaan Dan Pemodelan Transportasi. 2nd ed. Bandung: Penerbit ITB. https://tekniksipilunwir.files.wordpress.com/2014/03/perencanaan-dan-pemodelan-transportasi.pdf.
Urban+. 2010. ‘Tegalluar TOD Infrastructure Related Masterplan’. Urbanplus.Co.Id. 2010. http://www.urbanplus.co.id/project/tegalluar-tod/.
Victorian Stormwater Committee. 1999. Urban Stormwater: Best-Practice Environmental Management Guidelines. Clayton, Victoria: CSIRO Publishing.

























