Tradisionalisme dalam arsitektur Kolonial Belanda di kota Gorontalo, kasus studi: kawasan Kota tua kota Gorontalo
DOI:
https://doi.org/10.30822/arteks.v3i1.50Kata Kunci:
tradisionalisme, arsitektur kolonial Belanda, Gorontalo, Kota tuaAbstrak
Manusia pada dasarnya tidak bisa melepaskan diri dari masa lalu yang melahirkan (tata) nilai dan pemikiran yang diturunkan secara terus-menerus tanpa atau dengan sedikit sekali mengalami perubahan atau dengan kata lain kebiasaan yang sudah menjadi adat dan membudaya. Paham yang semacam ini disebut sebagai tradisionalisme. Ditengarai, tradisionalisme juga ada dalam arsitektur sebagai produk budaya manusia. Gorontalo sebagai kota yang tumbuh pesat selama masa kolonial Belanda menyimpan sejumlah bangunan yang berasal dari masa itu. Bangunan kolonial Belanda juga merupakan bangunan yang tercipta dari kebudayaan bangsa Belanda, baik secara murni, maupun yang sudah dipadukan dengan budaya tradisional, dan kondisi lingkungan sekitarnya. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh tradisionalisme dalam arsitektur kolonial Belanda di Kota Gorontalo memang benar-benar ada. Pengaruh tersebut bisa ditemukan dalam hal desain bentuk denah, bentuk bangunan, bentuk atap, bentuk bukaan dan penggunaan ornament pada bangunan.
© 2018 Andi Imelda Chanrasari, Nurmiah, Umar
Unduhan
Referensi
B.U.K., Sri Rahaju. 2010. “Arsitektur Tradisional Di Indonesia: Gagasan Dan Artefak Budaya, Hanan, Himasari. Sejarah, Teori Dan Kritik Arsitektur.” Bandung.
Jencks, Charles. 1977. “The Death of Modern Architecture.” In The Language of Post-Modern Architecture.
Karisztia, Arthantya Dwi, Galih Widjil Pangarsa, and Antariksa. 2008. “TIPOLOGI FAÇADE RUMAH TINGGAL KOLONIAL BELANDA DI KAYUTANGAN - MALANG.” Arsitektur E-Journal.
Muhadjir, Noeng. 1996. Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Rake Sarasin.
Permuseuman, Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan. 2017. “Kota Tua Gorontalo.” Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya. 2017. https://cagarbudaya.kemdikbud.go.id/public/objek/newdetail/PO2017081400009/Kota-Tua-Gorontalo.
Santoso, Joko Triwinarto, Noviani Suryasari, and Antariksa. 2013. “Tradisionalisme Dalam Arsitektur Kolonial Belanda Di Kota Malang (Traditionalism in Dutch Colonial Architecture in Malang City).” Jurnal RUAS.
Sugiyono. 2012. “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D.Bandung:Alfabeta.” Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D.Bandung:Alfabeta. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004.
Sumalyo, Yulianto. 1993. Arsitektur Kolonial Belanda Di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

























