Bentuk kontekstual pada rancangan campus center di kawasan Institut Teknologi Bandung
DOI:
https://doi.org/10.30822/arteks.v6i1.611Kata Kunci:
Archetypes, Bentuk kontekstual, Campus center, Ordering principleAbstrak
Konsep arsitektur kontekstual ialah konsep yang digunakan untuk menciptakan rancangan bangunan dan aspek-aspeknya dengan mempertimbangkan karakteristik setempat agar hasil rancangan dapat berkesinambungan dengan kondisi sekitar atau yang sudah ada sebelumnya. Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) terbagi atas tiga zona, yaitu zona heritage (zona tradisional), zona transisi dan zona modern. Terdapat satu bangunan yang berada di antara zona heritage (zona tradisional) dan zona transisi yaitu Campus Center. Campus Center dianggap merusak pembagian zonasi masterplan kawasan Institut Teknologi Bandung dengan desain bangunan modern. Penelitian ini bertujuan untuk mencari benang merah Campus Center terhadap dua zona yang mengapitnya, yaitu zona heritage dengan kasus Aula Barat dan zona transisi dengan kasus Labtek V. Metode yang digunakan menggunakan metode deskriptif, analitik dan interpretatif, dengan menggunakan teori kontekstual, archetypes, ordering principle. Dari hasil penelitian ketiga bangunan tersebut memiliki benang merah yaitu atap, kolom, selasar, dan koridor, namun Campus Center hanya mempertahankan kolom, selasar dan koridor. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penulis dan pembaca, secara teoritis dan pragmatis. Secara teoritris dapat memberikan ilmu pengetahuan pembedahan objek studi dengan elemen archetype dan tatanan untuk mendapatkan bentuk kontekstual bangunan, secara pragmatis menambah pemahaman tentang bentuk kontekstual pada bangunan modern.
Unduhan
Referensi
Alexander, Christopher. 1979. The Timeless Way of Building. New York Oxford University Press. New York: Oxford University Press.
Ashrawi, Hafahah Najma. 2013. ‘Pembangunan ITB : Dulu, Kini, Dan Nanti’. Berita Intitut Teknologi Bandung, December 2013. https://www.itb.ac.id/news/4126.xhtml.
Brolin, Brent C. 1980. Architecture in Context: Fitting New Buildings with Old. New York: Van Nostrand Reinhold.
Ching, Francis D. K. 1996. Ilustrasi Desain Interior. Jakarta: Erlangga.
———. 2007. Architecture: Form, Space, and Order. 3rd ed. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.
Djono, Tri Prasetyo Utomo, and Slamet Subiyantoro. 2012. ‘Nilai Kearifan Lokal Rumah Tradisional Jawa’. Humaniora 24 (3). https://doi.org/https://doi.org/10.22146/jh.1369.
Frampton, Kenneth. 2001. Studies in Tectonic Culture: The Poetics of Construction in Nineteenth and Twentieth Century Architecture. Cambridge: MIT Press.
Frick, Heinz. 1997. Pola Struktur Dan Teknik Bangunan Di Indonesia. Yogyakarta: Kanisius.
Hikmayuni, Rizki Isnaeni. 2012. ‘Arsitektur Indis Aula Barat ITB’. SCRIBD. 2012. https://www.scribd.com/document/110641741/Arsitektur-Indis-aula-Barat-Itb.
Hudrita, Reza Primawan. 2011. ‘Campus Center ITB: Mencoba Berdialog Dengan Bangunan Dan Mahasiswa’. Arsitektur Bicara. 2011. https://arsitekturbicara.wordpress.com/2011/10/01/campus-center-itb-mencoba-berdialog-dengan-bangunan-dan-mahasiswa/.
Jessup, Helen Ibbitson. 1975. ‘Maclaine Pont’s Architecture in Indonesia’. London, England: University of London.
Jessup, Helen Ibbitson. 1988. ‘Netherlands Architecture in Indonesia 1900-1942’. University of London.
Mahatmanto. 2002. ‘Publikasi Pemikiran Henri Maclaine Pont Di Jawa’. DIMENSI: Journal of Archite 30 (2). https://doi.org/https://doi.org/10.9744/dimensi.30.2.
Mangunwijaya, Y. B. 2009. Wastu Citra: Pengantar Ke Ilmu Budaya Bentuk Arsitektur, Sendi-Sendi Filsafatnya, Beserta Contoh-Contoh Praktis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Pangat. 1994. ‘Pengaruh Budaya Dan Perkembangan Teknologi Bangunan Terhadap Perkembangan Arsitektur Tradisional Jawa’. Cakrawala Pendidikan 13 (3): 1–15. https://doi.org/https://doi.org/10.21831/cp.v3i3.9130.
Salura, Purnama. 2010. Arsitektur Yang Membodohkan. 1st ed. Bandung: CSS Publishing.
Savitri, A. 2009. ‘Maclaine Pont: Perintis Arsitektur Indonesia’. Madani & Manusiawi. 2009. https://anisavitri.wordpress.com/2009/05/19/maclaine-pont-perintis-arsitektur-indonesia/.
Sitorus, Yohana Friscila Ezra. 2017. ‘Konsep Desain Atap Aula Timur Dan Aula Barat Institut Teknologi Bandung’. In Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia, A027–32. Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia. https://doi.org/10.32315/sem.1.a027.
Thiss-Evensen, Thomas. 1987. Archetypes in Architecture. Oxford: Oxford University Press.
Widiastuti, Indah. 2015. ‘Bentuk Dalam Khazanah Arsitektur Nusantara Sebagai Pengetahuan Desain’. Bandung. https://doi.org/10.13140/RG.2.1.1251.6084.
Winarno ; Yuswadi Saliya, Aloysius Baskoro. 2018. ‘Presysibility Concept of Pre-Proposed Majapahit City, on Modern Regulation of Area Case Study on Campus UI, UB and ITB’. Riset Arsitektur (RISA) 2 (02): 152–64. https://doi.org/10.26593/risa.v2i02.2927.152-164.

























