Pengaruh renovasi terhadap makna rumah tradisional masyarakat Jawa, kasus studi: Kotagede Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.30822/arteks.v3i2.62Kata Kunci:
makna, rumah tradisional Jawa, renovasi, KotagedeAbstrak
Rumah tradisional masyarakat Jawa memiliki makna yang sebagai ekspresi rasa hormat agar tercipta relasi harmonis dengan kesatuan lingkungan numinus (lingkungan adikodrati, lingkungan alam dan lingkungan masyarakat). Hal itu dilakukan agar mencapai keselamatan hidup. Guna mengakomodasi tuntutan perkembangan kebutuhan, khususnya dari aspek ekonomi, beberapa rumah mengalami renovasi berupa penambahan fungsi-fungsi komersial pada rumah tinggal. Sebagai kasus studi dipilih 4 buah rumah yang mengalami renovasi. Penelitian ini berusaha mengungkap bagaimana renovasi tersebut berpengaruh terhadap makna rumah. Penelitian diawali dengan mengidentifikasi zona masing-masing rumah sebelum dilakukan renovasi. Selanjutnya diidentifikasi zona dari masing-masing ruang sebagai akibat dari renovasi. Dilanjutkan mengidentifikasi kesesuaian zona ruang akibat renovasi terhadap zona awal. Dari kesesuaian ataupun ketidak sesuaian zona kemudian diinterpretasi pengaruh renovasi terhadap makna rumah. Hasilnya menunjukkan bahwa renovasi rumah pada umumnya hanya berpengaruh pada perubahan struktur permukaan dan bukan pada struktur dalam sehingga tidak mengubah maknanya. Semakin luas rumah asli dan semakin banyak penghuninya semakin tinggi kemungkinan perubahan maknanya.© 2019 Bonifasius Sumardiyanto
Unduhan
Referensi
Ahimsa-Putra, Heddy Shri. 2006. Strukturalisme Levi-Strauss Mitos Dan Karya Sastra. Yogyakarta: Kepel Press.
Capon, David Smith. 1999. Architectural Theory. Edited by Illustrated; annotated; Reprint. California: John Wiley & Sons.
Dakung, Sugiyarto. 1982. Arsitektur Tradisional Daerah Istimewa Yogyakarta. Proyek Inv. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Hamzuri. 1986. Rumah Tradisional Jawa. Proyek Pen. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Jogja Heritage Society. 2010. “Kawasan Pusaka Kotagede, Yogyakarta, Indonesia: Pedoman Pelestarian Bagi Pemilik Rumah.” Jakarta.
Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Cipta Karya. 2011. “Tipe Fungsi Bangunan.” Jakarta.
Lawz, Fariz Pradipta. 2016. “SEKILAS MENGENAI TATA RUANG KOTA GEDE YOGYAKARTA.” Blog. 2016.
Lévi-Strauss, Claude. 1963. “The Effectiveness of Symbols.” Structural Anthropology. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004.
Rossi, Aldo. 1984. The Architecture of the City. London, England: The MIT Press Cambridge, Massachusetts, and London, England. http://web.dfc.unibo.it/paolo.leonardi/materiali/vc/RossiAC.pdf.
Salura, Purnama, and Bachtiar Fauzy. 2012. “The Ever-Rotating Aspects of Function-Form-Meaning in Architecture.” International Journal of Basic and Applied Scientific Research.
Santosa, Revianto Budi. 2000. Omah: Membaca Rumah Jawa. 1st ed. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya.
Sumardiyanto, Bonifasius. 2016. “Persistensi Makna Zona Publik Dan Privat Rumah Tradisional Masyarakat Jawa Di Desa Jagalan Dan Kelurahan Purbayan Kotagede Yogyakarta.” Univesitas Katolik Parahyangan.
Suseno, Franz Magnis. 1984. Etika Jawa: Sebuah Analisa Falsafi Tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Wetmore, M. N., Vitruvius, and Morris Hickey Morgan. 1916. “Vitruvius: The Ten Books on Architecture.” The Classical Weekly. https://doi.org/10.2307/4387224.

























