Konsep yang mendasari baluwarti Keraton Cirebon, Kasus studi: Kerotn Kasepuhan, Kanoman dan Kacirebonan

Penulis

  • Nia Yunia Lestari Master of Architecture, Faculty of Engineering, Universitas Katolik Parahyangan , Magister Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Parahyangan
  • Purnama Salura Architecture Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Katolik Parahyangan , Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Parahyangan https://orcid.org/0000-0002-3652-7192 (tidak diautentikasi)
  • Bachtiar Fauzy Architecture Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Katolik Parahyangan , Universitas Katolik Parahyangan Bandung

DOI:

https://doi.org/10.30822/arteks.v6i1.626
Crossmark

Kata Kunci:

Anatomi arsitektur, Baluwarti Keraton Cirebon, Kosmologi Sunda-Jawa, Mahameru, Properti-komposisi

Abstrak

Cirebon merupakan kota yang unik karena memiliki tiga keraton yaitu: Kasepuhan, Kanoman, Kacirebonan. Ketiga keraton ini dipengaruhi oleh perjalanan sejarah serta budaya yang termanisfestasikan pada Baluwarti keraton.  Baluwarti pada tiga keraton diyakini memiliki konsep spesifik dalam pengaturan dan penempatan massa bangunan. Penelitian ini bertujuan mengupas konsep-konsep yang mendasari Baluwarti pada tiga keraton Cirebon. Langkah-langkah metode dalam penelitian ini : pertama, menelaah aturan landasan kepercayaan keraton yang dipakai untuk mengatur perletakkan massa bangunan keraton, kedua, menggunakan teori anatomi arsitektur yang terdiri lingkup tapak dan lingkup bangunan serta teori properti dan komposisi sebagai cara untuk melihat orientasi dan posisi bangunan keraton. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsep yang mendasari Baluwarti di tiga keraton di Cirebon merupakan gabungan konsep yang terdiri dari kosmologi Jawa sebagai orientasi bangunan, kosmologi Sunda sebagai tipe tanah tempat berdirinya bangunan dan Mahameru sebagai posisi bangunan. Penelitian ini memberi kontribusi terhadap masyarakat arsitektur secara umum mengenai keunikan sejarah, budaya dan nilai lokal. Penelitian ini juga memberi sumbangan khusus untuk proses pembelajaran arsitektur mengenai konsep yang mendasari Baluwarti di tiga keraton Cirebon.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • Nia Yunia Lestari, Master of Architecture, Faculty of Engineering, Universitas Katolik Parahyangan, Magister Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Parahyangan

    Magister Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Parahyangan

  • Purnama Salura, Architecture Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Katolik Parahyangan, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Parahyangan

    Professor of Architecture

    Lecturer of Architecture Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Katolik Parahyangan, Indonesia

    Orcid | Scholar | Scopus | Sinta

  • Bachtiar Fauzy, Architecture Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Katolik Parahyangan Bandung

    Asistant Professor of Architecture

    Lecturer of Architecture Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Katolik Parahyangan, Indonesia

    Scholar | Scopus | Sinta

Referensi

Agustina, Ina Helena. 2015. ‘Pergeseran Makna Ruang Simbolik Ke Ruang Pragmatis Kawasan Keraton Kasepuhan’. Univesitas Gadjah Mada.

Agustina, Ina Helena, Hilwati Hindersah, and Yulia Asiyawati. 2017. ‘Identifikasi Simbol-Simbol Heritage Keraton Kasepuhan’. ETHOS (Jurnal Penelitian Dan Pengabdian) 5 (2): 167. https://doi.org/10.29313/ethos.v5i2.2346.

Ambary, H. 1988. Peranan Cirebon Sebagai Pusat Pengembangan Dan Penyebaran Islam. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Bochari, M. Sanggupri. 2001. Sejarah Kerajaan Tradisional Cirebon. Jakarta.

Drakeley, Steven. 2005. The History of Indonesia. Westport, Conn.: Greenwood Press.

Forshee, Jill. 2006. Culture and Costumes of Indonesia. Wsetport: Greenwood Press.

Frederick, William H. 2007. ‘The History of Indonesia . By Steven Drakeley’. The Historian 69 (3): 571–72. https://doi.org/10.1111/j.1540-6563.2007.00189_45.x.

Geerts, Clifford. 1983. Abangan, Santri, Priyayi Dalam Masyarakat Jawa. Jakarta: Pustaka Jaya.

Lasmiyati. 2013. ‘Keraton Kanoman Di Cirebon (Sejarah Dan Perkembangannya)’. Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya 5 (1): 128. https://doi.org/10.30959/patanjala.v5i1.184.

Lawi, Gloria Fransisca Katharina. 2018. ‘Menyusuri Sejarah Islam Cirebon Di Keraton Kanoman Dan Keraton Kasepuhan’. Bisnis.Com. 2018. https://traveling.bisnis.com/read/20181023/224/852439/menyusuri-sejarah-islam-cirebon-di-keraton-kanoman-dan-keraton-kasepuhan.

Lombard, Denys. 1996. Nusa Jawa: Silang Budaya II: Jaringan Asia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Pemerintah Daerah Kota Cirebon. 2019. ‘Geografis Kota Cirebon’. Cirebonkota.Go.Id. 2019. https://www.cirebonkota.go.id/tentang-cirebon/geografis/#.

Salura, Purnama. 2018a. ‘Anatomy of Architecture Based on the Creation of Space for Activity’. International Journal of Engineering and Technology(UAE) 7 (2.14): 205–7. https://doi.org/10.14419/ijet.v7i2.12.14675.

———. 2018b. ‘The Philosophy of Architectural Ordering Principles’. International Journal of Engineering and Technology (UAE) 7 (2.9): 52–55. https://doi.org/10.14419/ijet.v7i2.9.13346.

Santoso, Jo. 2008. Arsitektur-Kota Jawa : Kosmos, Kultur & Kuasa. Jakarta: Centropolis, Magister Teknik Perencanaan, Universitas Tarumanegara.

Sumardjo, Unang, and Raden Haji. 1983. Meninjau Sepintas Panggung Sejarah Pemerintahan Kerajaan Cirebon 1479-1809. Bandung: Tarsito.

Suratman, Darsiti. 1989. Kehidupan Dunia Keraton Surakarta 1830-1939. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Tamansiswa.

Suryana, Yanyan. 2017. ‘Hindu-Budha-Islam Cultural Acculturation in Indonesian National History’. JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL 26 (1): 101. https://doi.org/10.17509/jpis.v26i1.6925.

Susanti, Wiwik Dwi, M. Pratono S., and Sri Suryani Y. W. 2018. ‘The Study of Public Space From The Sociofugal and Sociopetal Aspect (Case Study: Faculty of Architecture and Design, UPN)’. In International Seminar of Research Month 2018 : Science and Technology for People Empowerment, 75–81. Jawa Timur. http://nstproceeding.com/index.php/nuscientech/article/view/86/84.

Suwardono. 2013. Sejarah Indonesia Masa Hindhu Budha. Yogyakarta: Ombak.

Syafei, Faqih Rohman. 2017. ‘Melongok Potensi Wisata Keraton Kasepuhan Cirebon’. AyoCirebon.Com. 2017. https://www.ayocirebon.com/read/2017/08/18/429/melongok-potensi-wisata-keraton-kasepuhan-cirebon.

Wardani, Laksmi Kusuma, R. M. Soedarsono, Timbul Haryono, and Djoko Suryo. 2013. ‘City Heritage Of Mataram Islamic Kingdom In Indonesia (Case Study Of Yogyakarta Palace)’. The International Journal of Social Sciences 9 (1): 104–18.

Yoeliwati, S. 1987. Masuk dan Berkembangnya Agama Islam di Daerah Banten dan Sekitarnya. Bandung: Universits Padjajaran.

Diterbitkan

2021-04-01

Cara Mengutip

“Konsep Yang Mendasari Baluwarti Keraton Cirebon, Kasus Studi: Kerotn Kasepuhan, Kanoman Dan Kacirebonan”. 2021. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 6 (1): 93-104. https://doi.org/10.30822/arteks.v6i1.626.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 1 2 3 > >>