MENGHORMATI MARTABAT MANUSIA DALAM SITUASI TERMINAL

Tinjauan Teologis Pastoral Orang Sakit Menurut Dokumen Piagam bagi Pelayan Kesehatan Art. 119-121

Penulis

  • Yohanes Alfri Patri Sekolah Tinggi Filsafat Widya Sasana Malang ##default.groups.name.author##

DOI:

https://doi.org/10.30822/lumenveritatis.v13i2.2015
Crossmark

Kata Kunci:

Martabat, Pasien, Terminal, Menghormati, Merawat

Abstrak

Menghormati hidup manusia dalam kondisi terminal atau di akhir kehidupan tidak terlepas dari kenyataan bahwa hidup manusia merupakan anugerah atau pemberian Allah semata-mata. Oleh karena itu, pada prinsipnya haruslah dimaknai bahwa sesungguhnya Allah menjadi norma akhir bagi hidup manusia. Norma akhir yang dimaksudkan dalam konteks ini adalah bahwa akhir kehidupan manusia merupakan keputusan Allah semata-mata. “Hidup manusia berasal dari Allah. Oleh karena itu, manusia tidak dapat memperlakukannya dengan sesuka hatinya. Hidup itu memiliki tujuan pada keilahian, yaitu bersatu dengan Allah dalam hidup kekal. Hidup itu amat suci dan keramat sebab Allah menciptakan manusia menurut citra-Nya (Kej 1: 26). Hal ini menjadi salah satu alasan mutlak untuk menghormati martabat manusia dalam situasi terminal.

Referensi

Dokpen KWI. Piagam bagi Pelayan Kesehatan, terj. R. Hardawirjana. Jakarta: Dokpen KWI, 1995.

Paulus II Yohanes. Evangelium Vitae, terj. R. Hardawirjana. Jakarta: Dokpen KWI, 1995.

Field, David. Pendampingan Orang Menjelang Ajal. Yogyakarta: Kanisius, 1994. Kongregasi Suci Ajaran Iman, “Pernyataan Tentang Eutanasia”, dalam Eutanasia, terj. Piet Go, Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI, 2005

Go, Piet. Kabar Baik Kehidupan; Pengantar Memahami dan Mengamalkan Enseklik Evangelium Vitae. Dioma, Malang, 1996.

Kieser, B. Ikut Menderita Ikut Percaya; Pastoral Orang Sakit. Yogyakarta: Kanisius, 1984.

S. Kling. Truth Telling In Clinical Practice: Is It Ever Ok To Lie To Patients? Current Allergy & Clinical Immunology, 2012.

Tribowo, Cecep. Etika & Hukum Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika, 2014.

Rachels, James. The End of Life: Euthanasia and Morality. Torino: Sonda, 1989.

Sumber Internet:

Https://www.academia.edu/28898199/Nilai_Etik_dan_moral_keperawatan, diakses pada 6 April 2021

Https://digilib.uinsgd.ac.id/2187/4/4_bab1.pdf, diakses pada 5 April 2021.

Https://www.Dokpenkwi.Org/Wp-Content/Uploads/2020/05/Makalah-Tentang-Sikap-Agama-Agama-Abrahamik-Monoteis-Terhadap-Persoalan-Akhir-Hidup, diakses pada 10 April 2021.

Diterbitkan

2022-10-01

Cara Mengutip

“MENGHORMATI MARTABAT MANUSIA DALAM SITUASI TERMINAL: Tinjauan Teologis Pastoral Orang Sakit Menurut Dokumen Piagam Bagi Pelayan Kesehatan Art. 119-121”. Lumen Veritatis: Jurnal Filsafat dan Teologi 13, no. 2 (Oktober 1, 2022): 149–164. Diakses Agustus 14, 2026. https://journal.unwira.ac.id/index.php/LUMENVERITATIS/article/view/2015.