Mandat (creadential) dalam budaya mitigasi bencana pada masyarakat Kampung Budaya Sindang Barang
DOI:
https://doi.org/10.30822/arteks.v5i1.283Kata Kunci:
Budaya mitigasi, Kapasitas adaptasi, Kearifan lokal, Sindang BarangAbstrak
Kearifan lokal dapat dipelajari melalui penelusuran terhadap kampung adat secara fisik pada tata ruang kawasan, bentuk arsitektur, dan aktivitas sehari-hari. Organisasi yang berlaku dalam sebuah lingkungan menjadi faktor penting dalam mengelola budaya mitigasi yang kontekstual. Adanya wewenang (mandat) dapat menguasai nilai/modal kultural dan menciptakan unsur simbolis seperti kepercayaan atau keyakinan. Kampung Budaya Sindang Barang diambil sebagai kasus kajian untuk mengungkap sejarah dan peran mandat dalam budaya mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan mengamati adanya peran mandat beserta dampaknya dalam mitigasi bencana. Peran mandat juga ditelaah untuk melihat adanya upaya pelestarian nilai-nilai kearifan lokal terhadap perkembangan jaman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan menelusuri fenomena dan artefak yang ada di lapangan. Analisis dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama adalah membuat tabel upaya mitigasi berdasarkan program atau artefak yang masih ada. Tahap ke-dua adalah membuat diskusi konsep budaya mitigasi berdasarkan kapasitasnya. Adapun mitigasi yang terlihat dari program dan artefak Kampung Budaya Sindang Barang adalah risiko kebakaran, bencana gempa bumi, dan tanah longsor. Proses menentukan mandat sepadan dengan kapasitas adaptif karena tahap ini cenderung mengarah kepada pantangan atau perintah dalam sebuah program yang diselenggarakan secara sistematis pada konteks tertentu.
Unduhan
Referensi
Adger, W. Neil. 2000. “Social and ecological resilience: Are they related?” Progress in Human Geography. https://doi.org/10.1191/030913200701540465.
Birkmann, Joern, Denis Chang Seng, dan Neysa Setiadi. 2013. “Enhancing early warning in the light of migration and environmental shocks.” Environmental Science and Policy 27 (1): S76–88. https://doi.org/10.1016/j.envsci.2012.04.002.
Bourdieu, Pierre. 1986. “The Form of Capital, in Handbook of Theory and Research for the Sociology of Education. ” Greenwood Press. https://doi.org/10.1002/9780470755679.ch15.
Dahlan, Mohammad Zaini. 2009. “Perencanaan lanskap kawasan wisata budaya di kampung budaya Sindang Barang, Desa Pasir Eurih, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor (pendekatan community based planning).” Institut Pertanian Bogor. http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/44815.
Dovey, Kim. 2009. Becoming Places: Urbanism/Architecture/Identity/Power. 1 ed. United Kingdom: Routledge, Taylor and Francis Group.
Harun, Ismet Belgawan. 2011. “Arsitektur Rumah dan Pemukiman Tradisional di Jawa Barat.” In Bandung: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.
Krüger, Fred, Greg Bankoff, Terry Cannon, Benedikt Orlowski, dan E. Lisa F. Schipper. 2015. Cultures and Disasters: Understanding Cultural Framings in Disaster Risk Reduction. Routledge Studies in Hazards, Disaster Risk and Climate Change. 1 ed. United Kingdom: Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315797809.
Lake, Reginaldo Christophori. 2015. “Budaya Tektonika Wologai Ende, Nusa Tenggara Timur Sebuah Seni Berkonstruksi Rumah Adat Desa Wologai Tengah, Kecamatan Detusoko, Warisan Leluhur Wawo - Ata Lio di Bawah Kaki Gunung Lepembusu.” ATRIUM : Jurnal Arsitektur 1 (2): 151–66. https://doi.org/10.21460/atvm.2016.12.15.
Lake, Reginaldo Christophori, Benediktus Boli, Ubaldus Djonda, dan Yohanes Nurak Siwa. 2018. “Building Task Concepts of the Vernacular Settlement in Tamkesi Village.” In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. https://doi.org/10.1088/1755-1315/213/1/012034.
Madiasworo, Taufan. 2009. “Revitalisasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Kampung Melayu Semarang.” Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal 1 (1): 10–18. http://jurnal.unmer.ac.id/index.php/lw/article/view/1360/867.
Maryani, Enok, dan Ahmad Yani. 2014. “Kearifan Lokal Masyarakat Sunda dalam Memitigasi Bencana dan Aplikasinya sebagai Sumber Pembelajaran IPS berbasis Nilai.” Jurnal Penelitian Pendidikan 14 (2): 114–25. https://ejournal.upi.edu/index.php/JER/article/view/3111/2132.
Permana, Raden Cecep Eka, Isman Pratama Nasution, dan Jajang Gunawijaya. 2011. “Kearifan Lokal tentang Mitigasi Bencana pada Masyarakat Baduy.” Makara Human Behavior Studies in Asia. https://doi.org/10.7454/mssh.v15i1.954.
Putra, Riza Aulia, dan Agus S. Ekomadyo. 2015a. “Interpretasi Makna pada Warung Kopi Aceh, Studi Kasus: Warung Kopi Solong di Banda Aceh.” Atrium : Jurnal Arsitektur 1 (1): 1–10. https://doi.org/10.21460/atvm.2015.11.1.
———. 2015b. “Penguraian Tanda (Decoding) pada Rumoh Aceh dengan Pendekatan Semiotika.” Tesa Arsitektur 13 (1): 1–14. https://doi.org/10.24167/TES.V13I1.354.
Sabri, Hala M. 2004. “Socio-cultural values and organizational culture.” Journal of Transnational Management Development 9 (2–3): 123–45. https://doi.org/10.1300/J130v09n02_07.
Salura, Purnama, dan Reginaldo Christophori Lake. 2014. “The architectural language of inner and outer space as observed among the Atoni tribe in the Tamkesi kampong on Timor Island.” International Journal of Academic Research 6 (3). https://doi.org/10.7813/2075-4124.2014/6-3/a.29.
Suparmini, Suparmini, Sriadi Setyawati, dan Dyah Respati Suryo Sumunar. 2014. “Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Baduy.” Jurnal Penelitian Humaniora 19 (1): 47–64. https://journal.uny.ac.id/index.php/humaniora/article/view/3511/2995.
Supraptiningrum, and Agustini. 2015. ‘Membangun Karakter Siswa Melalui Budaya Sekolah Di Sekolah Dasar’. Jurnal Pendidikan Karakter 5 (2): 219–28. https://doi.org/10.21831/jpk.v0i2.8625.
Swartz, David. 1998. Culture and Power: The Sociology of Pierre Bourdieu. Social Forces. Chicago: University of Chicago Press. https://doi.org/10.2307/3005998.
Thomalla, Frank, Rebecca Smith, dan E Schipper. 2015. “Cultural Aspects of Risk to Environmental Changes and Hazards: A Review of Perspectives.” In Disaster’s Impact on Livelihood and Cultural Survival, diedit oleh Michelle Companion. United States: CRC Press. https://doi.org/10.1201/b18233-3.
Voss, Martin. 2008. “The vulnerable can′t speak. An integrative vulnerability approach to disaster and climate change research.” Behemoth. A Journal on Civilisation 1 (3): 39–56. https://doi.org/10.6094/behemoth.2008.1.3.730.

























