Eksplorasi sistem konstruksi rumah fala di Kabupaten Alor
DOI:
https://doi.org/10.30822/arteks.v9i2.3413Kata Kunci:
Bracing system, Construction systems, Exploration vernacular, Fala houseAbstrak
Rumah fala adalah salah satu rumah tradisional suku Abui di Alor yang juga dikenal dengan sebutan rumah gudang. Tinggi bangunan ini ±16 m yang terdiri dari 4 lantai dengan fungsi sebagai hunian, lumbung dan tempat penyimpanan benda pusaka. Ukuran dan konstruksi bangunan ini juga beradaptasi dengan gempa dan angin kencang yang sering terjadi di daerah Alor. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sistem konstruksi pada rumah fala sehingga kemudian hasil penelitian dapat menjadi referensi dan literatur bagi masyarakat Alor secara umum dalam membangun bangunan yang beradaptasi dengan bencana. Metode yang digunakan adalah deskripsi eksploratif dengan desain etnografi yang mengeksplorasi sistem konstruksi pada rumah fala. Objek penelitian adalah salah satu dari 13 rumah fala yang berada di kampung Takpala. Objek ini dipilih dengan teknik purposive sampling yang menentukan rumah kepala kampung yang juga sebagai narasumber. Data primer diperoleh dengan observasi langsung dan dokumentasi objek serta wawancara untuk memperoleh informasi teknis pengerjaan dan nama-nama lokal dari konstruksi rumah fala sedangkan data sekunder diperoleh dengan studi literatur. Penelitian menunjukan bahwa rumah fala memiliki sistem konstruksi tradisional dimana tiang utama ditanam langsung ke tanah, sistem sambungan pada konstruksi bangunan menggunakan sistem ikat serta memiliki sistem bracing untuk untuk memperkaku tiang-tiang loteng yang bertumpu di atas balok utama. Rumah fala telah melalui masa yang panjang secara turun temurun beradaptasi dengan bencana dan masih tetap bertahan hingga saat ini karena memiliki sistem konstruksi yang dapat menyesuaikan guncangan akibat gempa maupun angin kencang.
Unduhan
Referensi
Achmad, Zulkifli H., Antariksa, and Agung Murti Nugroho. 2017. ‘Vertical and Horizontal Room Cosmology in Traditional House (Sa’o) Adat Saga Village, Ende Regency, Flores’. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 1 (2): 171–84. https://doi.org/10.30822/arteks.v1i2.36.
Amin, C., & Purwanto, L. (2021). Penggunaan Metoda Etnografi Dalam Penelitian Arsitektur. KOLABORASI Jurnal Arsitektur, 1-10.
Amri et al. (2016). Risiko Bencana Indonesia. Jakarta: BNPB.
Anggraeni, D. W., Widayanto, E., & Nurtanto, D. (2017). Pemakaian Bracing Pada Bangunan Tahan Gempa Dengan Analisis Pushover. Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Ketekniksipilan dan Lingkungan, 84-95.
Bahri, S., & Kamil, I. (2023). Analisis Kekuatan Struktur Rumah Panggung Terhadap Gaya Gempa. Inersia: Jurnal Teknik Sipil, 1-12.
Bere, S. M. (2015). Akibat Gempa, 1.098 Rumah di Alor Rusak Berat. Kompas.Com. https://regional.kompas.com/read/2015/11/06/19541231/Akibat.Gempa.1.098.Rumah.di.Alor.Rusak.Berat#google_vignette
Direktorat Jenderal Cipta Karya. (2006). Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa. Jakarta: Direktorat Jenderal Cipta Karya.
Fajrin et al. (2017). Pengembangan Desain Rumah Sederhana Berbasis Sistem Konstruksi Rumah Panggung Bima. Konferensi Nasional Teknik Sipil 11: (pp. 63-72). Jakarta: Universitas Tarumanagara.
Fantri, F., Buwono, R. A., Ongkojoyo, T. A., Santoso, J. J., & Hariyanto, D. (2022). Material Relationship with Nias House Structural System in Response to Earthquake. ARJ: Architectural Research Journal, 57-64.
Groat, Wang. (2013). Architectural Research Methods. New Jersey: Wiley.
Hatta, Asta Juliarman, and Iwan Sudrajat. 2020. ‘The Role of Sanro Bola in Construction of Bugis Traditional House in Soppeng District’. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 5 (1): 57–66. https://doi.org/10.30822/arteks.v5i1.119.
Ihsan, M. (2018). Bracing Sebagai Teknologi Kontrol Seismik Pada Struktur Rumah Tradisional Sumatera. CESD Construction Enginering and Sustainable Development, 53-61.
Irma, N. N., Syahreza, A., & Hari, A. W. (2019). Analysis of earthquake structure on a traditional wooden house of Mandailing. 7th International Conference on Euro Asia Civil Engineering Forum (pp. 1-8). Stuttgart, Germany: IOP Publishing.
Kapilawi, Y. W., Antariksa, & Nugroho, A. M. (2015). Lokalitas Struktur Konstruksi Rumah Tradisional Sabu di Kampung Adat Namata, NTT. RUAS, XIII(2), 60-66.
Katagihara, K. (2001). Preservation and Seismic Retrofit of the Traditional Wooden Buildings in Japan. Journal of Temporal Design in Architecture and the Environment, 12-20.
Kurniati, D. (2022). Rekayasa Bracing Tipe V dan Tipe A Pada Gedung Kampus. PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa, 103-111.
Lake, Reginaldo Christophori. 2016. ‘Tata Spasial Arsitektur Tradisional Suku Atoni Di Kampung Tamkesi Pulau Timor’. ATRIUM - Jurnal Arsitektur. https://doi.org/10.21460/atvm.2016.21.3.
Lestari, Zain, Z., Rudiyono, & Irwin. (2016). Mengenal Arsitektur Lokal: Konstruksi Rumah Kayu di Tepi Sungai Kapuas, Pontianak. Langkau Betang, III(2), 1-11.
Marwati. (2014). Strudi Rumah Panggung Tahan Gempa Woloan di Minahasa Manado. Jurnal Teknosains, 95-108.
Meena, R. K., Awadhiya, G. P., Paswan, A. P., & Jayant, H. K. (2021). Effects of Bracing System on Multistoryed Steel Building. IOP Conf. Series: Materials Science and Engineering (pp. 1-16). IOP Publishing.
Michelle, Brigitta, and Yohanes Djarot Purbadi. 2021. ‘The Persistence and Spatial Transformations of Traditional Joglo House According to Hamemayu Hayuning Bawana Philosophy’. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 6 (3): 391–400. https://doi.org/10.30822/arteks.v6i3.882.
Nurdiah, E. A., & Hariyanto, A. D. (2013). Struktur Rangka Atap Rumah Tradisional Sumba. Semnas Reinterpretasi Identitas Arsitektur Nusantara (pp. 117-124). Bali: Udayana University Press.
Oktavia, Prihatmaji. (2019). Tektonika Rumah Gadang Sebagai Bentuk Struktur Konstruksi yang Ramah Gempa. Prosiding Seminar Nasional Desain dan Arsitektur (SENADA) (pp. 655-663). Bali: STD Bali.
Pradipto, E., & Tristanto, K. (2021). Ketahanan Sistem Struktur Bangunan Terhadap Angin, Studi Kasus: Mbaru Niang di Desa Wae Rebo, Kabupaten Manggarai, NTT. Jurnal Arsitektur Pendapa, IV(1), 1-7.
Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman. (2021). Ringkasan Kajian Arsitektur Tradisional Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman. Jakarta: Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman.
Putri, S. H. (2018). Penerapan Earthquake Resilient Bulding pada Bangunan Prabawa Bandung Railway Station. Jurnal Tugas Akhir Arsitektur, 1-7.
Qurix, W. B., & Doshu, R. G. (2020). Mitigating building collapse in Nigeria. Jurnal Teknik Arsitektur: ARTEKS, V(3), 449-458.
Rifai, A. J. (2010). Perkembangan Struktur dan Konstruksi Rumah Tradisional Suku Bajo di Pesisir Pantai Parigi Moutong. Ruang, 31-38.
Saptaningtyas, R. S., Paturusi, S. A., Dwijendra, N. K., & Putra, D. G. (2023). Earthquake-Resistant Wooden Connection System in Sasak Traditional Buildings in Sade Village, Lombok, Indonesia. Civil Engineering and Architecture, 1890-1901.
Sari, Indah Kartika, Wiendu Nuryanti, and Ikaputra. 2020. ‘Phenotype and Genotypes Malay Traditional House in West Kalimantan’. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 5 (3): 431–40. https://doi.org/10.30822/arteks.v5i3.575.
Taviana, D., & Simbolon, R. H. (2018). Pengaruh Tiang Brcing pada Struktur Rumah Tradisional Nias Selatan. Buletin Utama Teknik, 48-55.
Teddy, L., Adiyanto, J., & Hidayat, H. (2021). Identifying Geometric Configuration of Earthquake-Resistant Buildings. Jurnal Teknik Arsitektur: ARTEKS, VI(2), 315-324.
Tim Ekskursi Alor. (2011). Alor: Living Celebration. Jakarta: Ukatan Mahasiswa Arsitektur Universitas Indonesia.
Ud din, F. M. (2017). Effectiveness of Bracing in High Rise Structure under Response Spectrum Analysis. International Journal of Engineering and Technical Research (IJETR), 70-73.
Widiati, K. Y., & Hartanti, M. S. (2019). Identifikasi Jenis-Jenis Sambungan pada Konstruksi Rumah Panggung di Samarinda. ULIN: Jurnal Hutan Tropis, III(1), 50-57.
Wijaya, P., Umar, M. Z., & Arsyad, M. (2020). Dua Belas Teknik Ikat Konstruksi Kayu pada Rumah Vernakular Tolaki. ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya, IX(2), 152-163.

























