The persistence and spatial transformations of traditional Joglo house according to hamemayu hayuning bawana philosophy

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.30822/arteks.v6i3.882
Crossmark

Kata Kunci:

Hamemayu hayuning bawana, Joglo house type, Persistence, Spatial transformation

Abstrak

Tujuan penulisan adalah menjelaskan persistensi konseptual pada transformasi spasial Joglo nDalem Puspodiningratan dilihat dari konsep Hamemayu Hayuning Bawana. Secara konseptual, Hamemayu Hayuning Bawana dalam kearifan masyarakat bertujuan menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan sesamanya, alam dan Tuhan. Filosofi ini diterapkan dalam berbagai dimensi kehidupan orang Jawa, salah satunya dalam bidang arsitektur. Arsitektur Jawa dirancang penuh makna dan Hamemayu Hayuning Bawana berfungsi penting dalam konfigurasi spasial rumah tradisional Joglo. nDalem Puspodiningratan adalah rumah tradisional Joglo yang kondisinya terawat dan mengalami transformasi spatial karena dihuni keluarga-keluarga yang bergantian. Metode yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi visual, kajian pustaka dan wawancara untuk menggali data transformasi joglo dan latar belakang perubahannya. Hasilnya: Joglo nDalem Puspodiningratan bertahan melestarikan prinsip filosofi Hamemayu Hayuning Bawana, walaupun terjadi transformasi spasial. Penelitian transformasi tipe bangunan tradisional perlu dilanjutkan pada kasus lain di kalangan arsitektur tradisional Jawa, menunjukkan adanya transformasi spasial dan persistensi konseptual terkait filosofi Hamemayu Hayuning Bawana.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Adibowo, Dharma Gupta, Prista Lenora Titisari, and Rizka Nurfitri. 2011. Manual Pelestarian Rumah Adat Kotagede. Jakarta: REKOMPAK.

Brusaporci, Stefano. 2016. “Graphical Analysis 2.0: Digital Representation for Understanding and Communication of Architecture.” In 16th International Congress of Architectural Graphic Expression: The Architect, Fromthe Tradition to the XXI Century, 1–11. https://www.researchgate.net/publication/303843716_Graphical_Analysis_20_Digital_Representation_for_Understanding_and_Communication_of_Architecture.

Bryman, Alan. 1989. Research Methods and Organization Studies. London and New York: Routledge.

Gillham, Bill. 2008. Observation Techniques: Structured to Unstructured. London and New York: Continuum.

Giyarsih, Sri Rum. 2010. “Pola Spasial Transformasi Wilayah Di Koridor Yogyakarta-Surakarta.” Forum Geografi 24 (1): 28–38. https://doi.org/10.23917/forgeo.v24i1.5013.

Hariwijaya. 2005. Filsafat Jawa: Ajaran Luhur Warisan Leluhur. Yogyakarta: Gelombang Pasang.

Irnawan, Dody, and Silvia Yulita Ratih Setyo Rahayu. 2020. “Perubahan Minat Masyarakat Jawa Terhadap Rumah Model Tradisional Joglo Limasan Menjadi Rumah Modern (Studi Kasus Desa Kemloko, Godong, Grobogan, Jawa Tengah).” KODEPENA 1 (1): 37–45. http://www.jtk.kodepena.org/index.php/jtk/article/view/7/7.

Jayanti, Nour Eka. 2012. “Transformasi Spasial Koridor Surakarta-Palur Dan Surakarta-Kartosuro Sebagai Bagian Dari Wilayah Peri Urban Kota Surakarta.” Universitas Sebelas Maret. https://digilib.uns.ac.id/dokumen/detail/28875/Transformasi-spasial-koridor-surakarta-palur-dan-surakarta-kartosuro-sebagai-bagian-dari-wilayah-peri-urban-kota-surakarta.

Kiswari, Maria Damiana Nestri. 2019. “Identifikasi Perubahan Fungsi Ruang Pada Rumah Tinggal Joglo Studi Kasus : Rumah Joglo Di Desa Keji,Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.” Jurnal PRAXIS 2 (1): 49–65. http://journal.unika.ac.id/index.php/praxis.

Kurnia, Septiawan Santana. 2007. Menulis Ilmiah: Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Obor Mas.

———. 2010. Menulis Ilmiah Metodologi Penelitian Kualitatif. 2nd ed. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Kusuma, Gianny Angger, and Gerarda Orbita Ida Cahyandari. 2018. “Penilaian Kondisi Fisik Rumah Tradisional Joglo Di Kelurahan Jagalan, Kotagede.” Jurnal Arsitektur KOMPOSISI 12 (2): 141–52. http://ojs.uajy.ac.id/index.php/komposisi/article/view/2048/1325.

Lazo, Patricio X., Giovanny M. Mosquera, Jeffrey J. McDonnell, and Patricio Crespo. 2019. “The Role of Vegetation, Soils, and Precipitation on Water Storage and Hydrological Services in Andean Páramo Catchments.” Journal of Hydrology 572: 805–819. https://doi.org/10.1016/j.jhydrol.2019.03.050.

Mahendra, Yusril Ihza, and Wisnu Pradoto. 2016. “Transformasi Spasial Di Kawasan Peri Urban Kota Malang.” Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota 12 (1): 112 – 127. https://doi.org/10.14710/pwk.v12i1.11462.

Minnatika, Nella. 2019. “Transformasi Spasial Pada Koridor Perkotaan Kedungsepur.” Universitas Negeri Semarang. https://lib.unnes.ac.id/34196/.

Mobasheri, Mohammad Reza, Meisam Amani, Mahin Beikpour, and Sahel Mahdavi. 2019. “Soil Moisture Content Estimation Using Water Absorption Bands.” Geomatica 73 (3): 63–73. https://doi.org/10.1139/geomat-2018-0020.

Nugroho, Sigit Sapto, and Elviandri. 2018. “Memayu Hayuning Bawana: Melacak Spiritualitas Transendensi Hukum Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Kearifan Masyarakat Jawa.” In Hukum Transendental: Pengembangan Dan Penegakan Hukum Di Indonesia, 346–55. Solo: Genta Publishing. http://hdl.handle.net/11617/9709.

Pangesti, Resha Dwiayu. 2017. “Corporate Social Responsibility Dalam Pemikiran Budaya Jawa Berdimensi ‘Hamemayu Hayuning Bawana’ (Pendekatan Studi Hermeneutika).” Jurnal Riset Akuntansi Dan Bisnis Airlangga 2 (2): 224–38. https://doi.org/10.31093/jraba.v2i2.42.

Pratama, Anugrah, Yusuf Affendi Djalari, and Sangayu Ketut Laksemi. 2018. “PERBANDINGAN RUMAH JOGLO DI JAWA TENGAH DALAM LINGKUP CAGAR BUDAYA (Studi Kasus: Omah UGM Dengan NDalem Purwodiningratan).” Jurnal Seni & Reka Rancang 1 (1): 83–106.

Prijono, Agus. 2015. “Pemahaman Filosofi Pembangunan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Hamemayu Hayuning Bawana, Pelaksanaan Dan Penghargaan Lingkungan Di Pedesaan.” In Seminar Nasional Hasil - Hasil Penelitian Dan Pengabdian LPPM Universitas Muhammadiyah Purwokerto, 277–84. Purwokerto: LPPM Universitas Muhammadiyah PurwokertoPrijono, Agus. https://digilib.ump.ac.id/files/disk1/26/jhptump-ump-gdl-agusprijon-1268-1-b13-ag-t.pdf.

Ragin, Charles C. 2004. “Comparative Method.” In The Sage Encyclopedia of Social Science Research Methods, 148–151. Sage.

Sari, Ledy Dian, and Asidigisianti Surya Patria. 2020. “Infografis Rumah Joglo Pendopo Agung Mojokerto Sebagai Media Belajar Anak Usia 7-11 Tahun.” Jurnal Seni Rupa 8 (3): 134–144. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/va/article/view/36002/32022.

Sastrosasmito, Sudaryono. 2020. ‘Arsitektur Sebagai Realitas Kemanusiaan (Dari Keseharian Sampai Kesadaran Transendental)’. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 5 (2): 141–42. https://doi.org/10.30822/arteks.v5i2.531.

Siwalatri, Ni Ketut Ayu. 2014. “Makna Sinkronik Arsitektur Bali Aga Di Kabupaten Buleleng Bali.” Universitas Udayana. http://erepo.unud.ac.id/id/eprint/5711/1/8a9c726e13e6c618ff59f385f8debc1d.pdf.

Spradley, James P. 1980. Participant Observation. New York, NY: Holt, Rinehart and Winston.

Stevens, C. J., J. N. B. Bell, P. Brimblecombe, C. M. Clark, N. B. Dise, D. Fowler, G. M. Lovett, and P. A. Wolseley. 2020. “The Impact of Air Pollution on Terrestrial Managed and Natural Vegetation.” Philosophical Transactions of the Royal Society A 378 (2183): 1–18. https://doi.org/10.1098/rsta.2019.0317.

Subiyantoro, Slamet. 2011. “Rumah Tradisional Joglo Dalam Estetika Tradisi Jawa.” Bahasa Dan Seni 39 (1): 68–79. http://journal2.um.ac.id/index.php/jbs/article/view/143/115.

Susanta, I Nyoman, and I Wayan Wiryawan. 2016. “Konsep Dan Makna Arsitektur Tradisional Bali Dan Aplikasinya Dalam Arsitektur Bali.” In Workshop ‘Arsitektur Etnik Dan Aplikasinya Dalam Arsitektur Kekinian,’ 1–13. https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_penelitian_1_dir/96acde4e5d638d5f0c76d5bb24c64208.pdf.

Triyanto. 2001. Makna Ruang Dan Penataannya Dalam Arsitektur Rumah Kudus. Semarang: Penerbit Kelompok Studi Mekar.

UNESCO. 2007. “Homeowner’s Conservation Manual for Kotagede Heritage District.” 2007. http://portal.unesco.org/geography/en/ev.php-URL_ID=9817&URL_DO=DO_TOPIC&URL_SECTION=201.html.

Utomo, Tri Prasetyo. 2006. “Transformasi Nilai Estetika Rumah ‘Joglo’ Di Kawasan Kotagede Yogyakarta.” Jurnal Ornamen 3 (2): 60–75. http://repository.isi-ska.ac.id/2117/.

Wagiran. 2012. “Pengembangan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Hamemayu Hayuning Bawana (Identifikasi Nilai-Nilai Karakter Berbasis Budaya).” Jurnal Pendidikan Karakter II (3): 329–39. https://journal.uny.ac.id/index.php/jpka/article/view/1249/1050.

Wijaya, Riesanti Edie, Novrida Qudsi Lutfillah, and Yenni Mangoting. 2015. “Deconstruction Value Added Statement With Wisdom Java ‘Memayu Hayuning Bawana’: A Perspective.” In Asia Pacific Conference on Accounting and Finance (APCAF 2015). http://repository.ubaya.ac.id/25193/.

Diterbitkan

2021-12-31

Cara Mengutip

“The Persistence and Spatial Transformations of Traditional Joglo House According to Hamemayu Hayuning Bawana Philosophy”. 2021. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 6 (3): 391-400. https://doi.org/10.30822/arteks.v6i3.882.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama