Etnobotani Ritual Adat Suku Kemak Leimia Di Desa Sadi Kabupaten Belu

Penulis

  • Emilia Juliyanti Bria , Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor
  • Aprilia Graselia Naimau , Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor
  • Florian Mayesti Prima R. Makin , Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor
Crossmark

Kata Kunci:

Etnobotani, ritual, Kemak Leimia

Abstrak

Masyarakat Suku Kemak Leimia di Desa Sadi dikenal sebagai salah satu suku terkenal di Kabupaten Belu. Masyarakat suku ini masih memanfaatkan berbagai jenis tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari terlebih juga dalam berbagai ritual adat. Tujuan dari penelitian ini mengetahui jenis tumbuhan yang digunakan, bagian tumbuhan yang digunakan, dan cara pemanfaatan tumbuhan dalam ritual adat suku ini. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2023 di Desa Sadi, Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara, inventarisasi, identifikasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 12 jenis tumbuhan yang digunakan dalam ritual. Famili yang paling banyak digunakan adalah famili Arecaceae dengan masing-masing jumlah famili 8 spesies tumbuhan yang digunakan dalam ritual. Bagian tumbuhan yang digunakan dalam ritual berupa daun, buah, biji dan juga ada airnya. Tumbuhan- tumbuhan ini biasanya digunakan dalam ritual seperti ritual kelahiran, kematian, peminangan, panen jagung, kenduri rumah adat, dan ritual tetahunan.

Referensi

Diterbitkan

2023-12-01

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

[1]
“Etnobotani Ritual Adat Suku Kemak Leimia Di Desa Sadi Kabupaten Belu”, JBIOEDRA, vol. 1, no. 2, hlm. 159–167, Des 2023, Diakses: 14 Agustus 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://journal.unwira.ac.id/index.php/JBIOEDRA/article/view/2648